Ganjar Pranowo Tuding Pemilu Serentak Pangkal Banyaknya Petugas Meninggal

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Antara)
25 April 2019 12:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 menyisakan sejumlah catatan. Salah satu hal yang belakangan hari ini mendapat perhatian media massa setelah marak terungkapnya kecurangan adalah banyaknya petugas pelaksanaan pemilu, baik aparat keamanan maupun anggota KPPS, yang meninggal dunia dalam proses politik tersebut.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menuding pemilu serentak dengan lima surat suara merupakan pangkal banyaknya petugas yang meninggal dunia. Data terakhir mencatat, sebanyak 139 petugas pemilu 2019 meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, 25 di antara mereka adalah petugas pemilu di Jawa Tengah.

Ia pun mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya para petugas demokrasi itu. Ia menjanjikan memberikan santunan kepada keluarga petugas pemilu di Jawa Tengah yang meninggal dunia maupun yang dirawat di rumah sakit. "Insya Allah Jumat besok akan kita berikan santunan. Tidak hanya yang meninggal saja, tapi yang sakit juga akan kami berikan," kata Ganjar Pranowo, Rabu (24/4/2019).

Ganjar mengatakan sudah mendapat laporan nama dan alamat petugas Pemilu 2019 yang meninggal atau yang sakit. Untuk nilai santunan Gubernur dengan ciri khas rambut putih tersebut merahasiakannya. "Nanti akan kami datangi sebagai bentuk solidaritas. Soal santunan sudah kami siapkan," terangnya.

Lebih lanjut, Ganjar Pranowo mengatakan ternyata memang pemilu tahun ini cukup menjadi perhatian. Bukan dugaan kecurangan yang ia soroti, melainkan kesehatan maupun tekanan bekerja para petugas pemilu. "Sehingga kayaknya kita mesti me-review ulang agar ke depan jauh lebih baik. Apa yang terjadi ini harus dievaluasi total," ujarnya sebagaimana dikutip Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Pelaksanaan pemilu serentak, yakni melaksanakan pemilihan calon presiden, DPD, DPR, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota, lanjut Ganjar, mesti dievaluasi ulang. Sebab dengan pelaksanaan serentak itu, maka pelaksananya membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar.

"Ya, rasanya mungkin pelaksanaannya tidak serentak kali ya, atau penyerentakannya bisa ditata ulang. Mungkin serentak secara Nasional saja, Provinsi saja dan Kabupaten/Kota saja. Sehingga tidak membutuhkan tenaga, pikiran bahkan jiwa seperti ini," tegasnya.

Sekedar diketahui, pelaksanaan pemilu 2019 memakan banyak korban. Ratusan petugas pemilu baik dari kepolisian, Panwaslu, KPPS atau petugas TPS yang meninggal dunia karena diduga kelelahan saat melaksanakan proses pemilu.

Di Jawa Tengah, ada 25 petugas pemilu yang meninggal dunia. 25 petugas yang meninggal itu tersebar di Kabupaten Demak, Banyumas, Sukoharjo, Banjarnegara, Purbalingga, Grobogan, Rembang, Magelang, Klaten, Batang, Kudus, Pekalongan, Kendal, Pemalang, Semarang dan Brebes. Selain 25 orang yang meninggal dunia itu, KPU mencatat ada 97 petugas TPS yang kelelahan dan harus dirawat di rumah sakit. Bahkan, tiga orang diantaranya mengalami keguguran.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis