Layat Petugas KPPS, Ganjar Pranowo Tekankan Risiko Pemilu Serentak

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melayat ke kediaman almarhum, Bambang Saptono, petugas KPPS yang meninggal dunia, Kamis (25/4 - 2019). (Antara/Humas Pemprov Jateng/Wisnu Adhi Nugroho)
25 April 2019 16:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kamis (25/4/2019), melayat ke kediaman almarhum, Bambang Saptono, 52, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia setelah menjalankan serangkaian tugas terkait dengan penyelenggaraan Pemilu 2019.

Setiba di rumah almarhum, Jl. Kaligarang No. 21 Kota Semarang, Jawa Tengah, Gubernur Ganjar Pranowo langsung menyempatkan berdoa di samping jenazah. Bambang Saptono merupakan anggota KPPS di TPS 12, Kelurahan Barusari, Kota Semarang yang meninggal dunia pada hari Rabu (24/4/2019) sekitar pukul 17.29 WIB di RSUP dr Kariadi Semarang.

Ganjar menyampaikan turut berduka cita yang mendalam dan mengaku telah meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengurusnya. Terlebih lagi, di Jateng cukup banyak petugas, baik penyelenggara maupun pengawas pemilu, yang meninggal dunia diduga akibat kelelahan. "Ini menjadi pembelajaran bagi kita ternyata ada faktor X yang kita tidak pernah tahu, yang mestinya KPU secara institusi memperhatikan seperti ini," kata Ganjar seusai melayat.

Meski nyawa tidak bisa digantikan apapun, kata dia, namun setidaknya perlu diadakan asuransi petugas pelaksana pemilu untuk mengatasi masalah kesehatan sehingga mereka yang sudah melakukan tugas luar biasa itu ada jaminan ketika yang bersangkutan melakukan tugasnya. Ganjar juga mengatakan banyaknya petugas pemilu di Jateng yang meninggal dunia telah dilaporkan ke Presiden Joko Widodo

Selain itu, terkait dengan ancaman pelaksanaan pemilu serentak juga telah didiskusikan Ganjar dengan beberapa anggota DPR. "Apakah serentak pusat, provinsi, kabupaten atau serentak eksekutif atau legislatif. Kayaknya kalau bareng seperti ini tidak ringan, sangat berat mereka bekerja. Kita tidak menduga akan serumit dan membutuhkan tenaga waktu pikiran yang luar biasa, termasuk juga tekanan yang luar biasa," ujarnya.

Berdasarkan data hingga 24 April 2019, pukul 19.00 WIB, petugas pemilu di Jawa Tengah yang meninggal 32 orang, sedangkan yang sakit 249 orang. Mereka dari Kabupaten Demak, Banyumas, Sukoharjo, Banjarnegara, Purbalingga, Grobogan, Rembang, Magelang, Klaten, Batang, Kudus, Pekalongan, Kendal, Pemalang, Semarang, dan Brebes.

Orang nomor satu di Jateng itu, juga berencana memberikan santunan kepada keluarga petugas, baik yang meninggal dunia maupun yang dirawat di rumah sakit. "Insyaallah, Jumat [26/4/2019] besok akan kita berikan santunan, tidak hanya kepada yang meninggal saja, tapi yang sakit juga akan kami berikan," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara