Sudah 23 Tahun, Gubernur Jateng Sebut Otonomi Daerah Dorong Inovasi Pelayanan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Bisnis/Dok.)
26 April 2019 12:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Otonomi Daerah yang sudah memasuki tahun ke-23 diklaim memberikan perubahan positif pada kehidupan bermasyarakat. Sebagai pelaksana otonomi daerah, pemerintah daerah dituntut terus melakukan inovasi, khususnya dalam hal pelayanan.

Hari Otonomi Daerah diperingati setiap tanggal 25 April sejak diputuskan pada tahun 1995 silam. Sesuai amanat Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan kemajuan yang dirasakan daerah berkat otonomi daerah sangat pesat.

“Otonomi daerah telah memberikan kemajuan bagi daerah. Karena muaranya adalah terwujudnya kesejahteraan. Mari kita kawal otonomi daerah untuk diisi kegiatan yang berorientasi melayani masyarakat dengan berbagai inovasi,” ujarnya melalui keterangan resmi yang diterima Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Kamis (25/4/2019).

Peringatan ke-23 Hari Otonomi Daerah tersebut mengangkat tema “Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia yang Lebih Baik Melalui Penyelenggaraan Otonomi Daerah yang Kreatif dan Inovatif.” Ganjar mengatakan manfaat tersebut telah dirasakan masyarakat.

“Karena masyarakat melalui pelayanan menjadi partisipasi aktif. Juga meningkatkan daya saing dengan berprinsip kreativitas. Maka, berbagai kebijakan yang menyangkut kebutuhan masyarakat tidak perlu menjalani rentetan panjang,” kata Ganjar.

Otonomi daerah, lanjut dia, ternyata mendorong kehidupan yang demokratis, dari sentralistik demokratis jadi desentralisasi. Oleh sebab itu, berbagai aktivitas ekonomi daerah akhirnya bisa bertumbuh dengan pesat.

“Masyarakat adalah raja yang mesti dilayani. Maka, semua ASN di daerah harus memberi pelayanan yang terbaik. Pemerintah daerah harus mampu beradaptasi dengan kepentingan dan keinginan masyarakat,” katanya.

Meski demikian, Ganjar masih memberi catatan pada pelaksanaan Otonomi Daerah. Dalam praktik maupun secara aturan masih perlu perbaikan dan penyempurnaan. Salah satunya memberi pedoman regulasi pada daerah. Dengan memberikan keadilan dan kepatutan pada masyarakat. 

“Mari kita naikkan kinerja dengan meningkatkan hubungan pemerintah yang sinergis antara daerah dengan pusat,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis