Astra Targetkan Jual 140.000 Motor di Jateng Sepanjang Kuartal

Model di salah satu stand Honda Modif Contest (HMC) 2018 putaran terakhir di De Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar, Jateng. Minggu (28/10 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
01 Mei 2019 20:50 WIB Yudi Supriyanto Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Astra Motor Jawa Tengah menargetkan penjualan 140.000 unit kendaraan roda dua produknya di Jateng sepanjang kuartal kedua tahun 2019 ini saja. Target yang digariskan itu lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi penjualan pada kuartal pertama 2019.

Marketing Manager Astra Motor Jateng Budi Hartanto mengungkapkan momentum menjelang Lebaran menjadi salah satu pendorong penjualan kendaraan roda dua perusahaan dari April sampai dengan Juni tahun ini. Kendaraan roda dua skuter matik masih akan menjadi pemberi kontribusi penjualan terbesar bagi perusahaan pada kuartal kedua tahun ini.

Infrastruktur dan kemudahan menggunakan skuter matik menjadi alasan tipe tersebut diminati masyarakat. “Kalau kita lihat, mestinya lebih baik [Penjualan kuartal kedua],” kata Budi di Kota Semarang, Jawa Tinggi, Senin (29/4/2019).

Saat ini, ujarnya, pihaknya telah menyiapkan sejumlah program guna meningkatkan penjualan pada kuartal kedua tahun ini. Salah contoh program yang diusung pada kuartal kedua tahun ini adalah keringanan bunga.

Tidak hanya menyiapkan sejumlah program, perusahaan juga telah meminta lebih banyak pasokan kendaraan roda dua menjelang lebaran tahun ini. Pada April tahun ini, lanjutnya perusahaan meminta pasokan sebanyak 52.000 unit, dan akan kembali meningkat menjadi 55.000 unit pada Mei 2019 atau menjelang lebaran mengingat potensi pasarnya cukup besar.

Target penjualan kendaraan roda dua sepanjang kuartal kedua 2019, yakni sekitar 140.000 unit tersebut lebih besar dibandingkan dengan penjualan pada kuartal pertama tahun ini, yaitu 110.000 unit. Dia menuturkan, penjualan pada kuartal pertama tahun ini lebih rendah sekitar 8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kondisi tersebut dapat terjadi mengingat banyak bencana alam yang terjadi di daerah Jawa Tengah.

Banjir yang terjadi seperti di daerah pantai utara (Pantura) Jawa seperti di Pekalongan atau gelombang tinggi yang terjadi di pesisir pantai selatan telah menggerus pasar kendaraan roda dua perusahaan dari Januari sampai dengan Maret tahun ini.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis