Fee Kasda Semarang Mengalir ke 3 Wali Kota

Terpidana pembobolan dana kasda Kota Semarang Diah Ayu Kusumaningrum seusai menjadi saksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Jawa Tengah, Senin (6/5 - 2019). (Antara/I.C.Senjaya)
06 Mei 2019 22:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Terpidana kasus pembobolan dana kas daerah (kasda) Kota Semarang senilai Rp21,7 miliar, Diah Ayu Kusumaningrum, mengungkapkan fee pos dana haram itu mengalir ke tiga wali kota ibu kota Jawa Tengah selama kurun waktu 2008 hingga 2014.

Hal tersebut terungkap saat Diah Ayu diperiksa sebagai saksi dalam kasus pembobolan dana kasda Kota Semarang dengan terdakwa Dody Kristianto di Pengadilan Tipikor Semarang, Jawa Tengah, Senin (6/5/2019). Mantan pegawai Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) itu menyebut nama Wali Kota Sukawi Sutarip, Soemarmo, dan Hendrar Prihadi sebagai penerima fee atas dana yang bersumber dari APBD Kota Semarang tersebut.

"Uang diberikan kepada Pak Sukawi, ke Pak Marmo melalui Febri, ke Pak Hendi [Hendrar Prihadi] di rumah," katanya. Sayangnya, Diah tidak menjelaskan berapa nilai fee atas penyimpanan dana kasda itu yang diterima para orang nomor satu di Kota Semarang tersebut.

Diah menjelaskan kerja sama penyimpanan dana kasda di BTPN dimulai pada awal 2008. Dalam kesempatan itu, kata dia, disepakati fee sebesar 2% atas simpanan dana kasda sebesar Rp45 miliar yang akan disimpan di BTPN Namun, lanjut dia, proses penyimpanan dana di BTPN tersebut hanya berlangsung hingga akhir 2008.

Saksi mengaku menuruti permintaan terdakwa Dody untuk terus menerima setoran dana kasda karena takut kalau Pemkot Semarang akan menarik dananya yang tersimpan di BTPN. "Saya takut kalau dana ditarik akan memengaruhi performa. Kalau performa turun akan kena SP," katanya.

Diah Ayu mengaku menerima total setoran kasda dari Pemkot Semarang sebesar Rp37 miliar, di mana Rp12,2 miliar tercatat dalam pembukuan BTPN sementara Rp25,2 miliar tidak pernah masuk ke rekening BTPN. Meskipun sudah tidak lagi bekerja di BTPN sejak 2010, Diah Ayu mengaku tetap menuruti permintaan terdakwa Dody untuk tetap menerima setoran kasda.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara