Akademisi Undip Puji Cara Gubernur Jateng Lelang Jabatan

Kepala SMKN Bawen, Jumeri, yang baru saja dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng. (Semarangpos.com/Humas Pemprov Jateng)
09 Mei 2019 14:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Langkah Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, melantik Kepala SMKN Bawen, Jumeri, menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) dan Camat Kedungbanteng Kabupaten Tegal, Imam Maskur menjadi Kepala Biro Kesra Pemprov Jateng mendapat apresiasi banyak pihak.

Salah satunya, akademisi sekaligus Pengamat Kebijakan Publik Universitas Diponegoro (Undip), Teguh Yuwono. Teguh menilai apa yang dilakukan Ganjar tersebut sebagai gebrakan penting dalam reformasi birokrasi.Lelang itu menjadi sebuah gebrakan yang memaksa para pejabat untuk bersaing secara sehat dalam rangka meningkatkan performa.

"Ini langkah positif dan memang mesti dicoba. Di negara maju seperti Amerika, Australia dan negara lain, sistem dan mekanisme perekrutan pejabat seperti ini sudah dilakukan sejak tahun 1990. Ini hal yang biasa di luar negeri, namun belum banyak diterapkan di dalam negeri," kata Teguh dalam keterangan resmi.

Birokrasi selama ini lanjut Teguh, jabatan tinggi seperti jatah yang hanya didapat oleh orang-orang tertentu. Biasanya, jabatan diperoleh atas dasar urutan terlama atau senioritas.

Padahal, di dunia modern saat ini, kompetensi dan kemampuan yang menjadi dasar seseorang dapat menduduki sebuah jabatan tinggi. Maka tidak heran, jika di Jateng seorang camat dan kepala sekolah menduduki jabatan tinggi di lingkungan Pemprov Jateng.

"Langkah ini menjadi pendobrak atas sistem birokrasi yang selama ini berjalan. Jadi, kisah camat dan kepala sekolah yang dilantik menjadi pejabat tinggi di Jateng ini menjadi bukti, bahwa kompetisi tidak hanya dengan orang di dalam pemerintahan, namun juga orang dari luar. Siapa yang siap, memiliki pengalaman dan berkompenten, dialah yang akan menduduki jabatan," terangnya.

Langkah Ganjar ini lanjut Teguh akan ditiru oleh banyak daerah lain. Ia mengapresiasi langkah Ganjar yang telah memaksa birokrasi untuk berubah mengikuti perkembangan zaman.

Menurut Teguh, birokrasi itu kalau tidak dipaksa tidak akan berubah. Dengan lelang jabatan secara terbuka ini, maka Gubernur Ganjar telah berusaha mewujudkan birokrasi yang hebat dengan orang-orang di dalamnya bersaing dan berkompetisi untuk menjadi yang terbaik.

"Sekarang tidak zamannya lagi pegawai yang hanya santai-santai saja sambil menunggu pangkat naik sendiri, jabatan datang sendiri. Sekarang siapa yang memiliki pengetahuan, berkompeten dan bekerja keras, dialah yang akan mendapatkan hasil baik," tegasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya