Pertumbuhan Harga Properti di Jateng Melambat

Pembangunan perumahan. (Bisnis/Paulus Tandi Bone)
09 Mei 2019 16:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) di Jawa Tengah pada triwulan l 2019 mencatatkan lndeks Harga Properti Residensial (IHPR) sebesar 202,12, meningkat 0,71 poin dibandingkan triwulan IV 2018.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Soekowardojo mengatakan, secara triwulanan, IHPR tumbuh sebesar 0,35% (qtq), lebih lambat dibandingkan triwulan IV 2018 yang tumbuh sebesar 0,40% (qtq). "Kenaikan indeks terjadi pada seluruh tipe rumah, baik kecil, menengah, dan besar. Secara tahunan, IHPR juga terpantau tumbuh melambat, yakni sebesar 1,68% (yoy). Pertumbuhan terpantau meningkat pada rumah tipe menengah, sementara tipe kecil dan besar tumbuh melambat," ujar Soekowardojo melalui siaran persnya, Rabu (8/5/2019).

Dia menjelaskan, secara triwulanan, jumlah pembangunan properti residensial pada triwulan l 2019 meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Hasil survei menunjukkan bahwa pembangunan properti residensial tumbuh sebesar 77,84% (qtq), yang terjadi baik pada rumah tipe kecil, menengah, dan besar.

"Selanjutnya secara tahunan, pembangunan properti residensial juga masih tumbuh, yaitu sebesar 23,96% (yoy), terutama didorong oleh pembangunan rumah tipe kecil dan menengah," tambahnya.

Dari sisi pembiayaan lanjut dia, pada Maret 2019 posisi KPR yang disalurkan Bank Umum di Jawa Tengah meningkat dibandingkan Desember 2018 (triwulan IV 2018), yaitu dari Rp21,96 triliun menjadi Rp22,36 triliun. Selain itu lanjut dia, penyaluran KPR tersebut tumbuh sebesar 1,84% (qtq) atau 11,34% (yoy), lebih lambat dibandingkan pertumbuhan pada Desember 2018 sebesar 3,85% (qtq) atau 12,49% (yoy). Kualitas KPR dinilai masih cukup baik, tercermin dari tingkat non performing loan (NPL) pada Maret 2019 sebesar 1,97%.

Sementara untuk, Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan II 2019 diperkirakan mengalami kenaikan walaupun dengan pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan triwulan I 2019, yaitu dengan indeks di kisaran level 202,56. "Faktor harga bahan bangunan dan material, serta upah pekerja di sektor bangunan diperkirakan masih menjadi pendorong utama kenaikan IHPR," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis