Dunia Usaha di Jateng Diyakini Menggeliat di Pertengahan Tahun, Ini Sebabnya...

Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang, Jawa Tengah. (Antara/Aditya Pradana Putra)
10 Mei 2019 14:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Kalangan pengusaha di Jawa Tengah meyakini dunia usaha Jateng bakal kembali bergeliat pada pertengahan tahun 2019 ini. Hal tersebut seiring dengan adanya pemimpin baru di Indonesia.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng Frans Kongi mengatakan perlambatan pertumbuhan dunia usaha dipengaruhi oleh pasar global. Namun, dia meyakini pada triwulan II dunia usaha di Jawa Tengah kembali tumbuh.

"Memang pada awal tahun ini para pengusaha di Jateng banyak yang wait and see. Kami lihat peluang dulu agar tidak mengalami kerugian," kata Frans kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Kamis (9/5/2019).

Terkait perlambatan pertumbuhan ekspor, Frans mengatakan hal itu disebabkan para pengusaha masih fokus menggarap pasar domestik. Selain itu, berkurangnya permintaan dari luar negeri juga mempengaruhi perlambatan pertumbuhan ekspor Jateng.

"Awal tahun ini, kami fokus kepada pasar dalam negeri. Tapi kami yakin pertengahan sampai akhir tahun ini dunia usaha terus tumbuh signifikan," ujarnya.  Dari data Bank Indonesia, pada triwulan l 2019, ekspor luar negeri di Jawa Tengah tumbuh 3,45% (yoy), lebih rendah dibanding pertumbuhan triwulan sebelumya 7,12% (yoy).

Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Jateng Rahmat Dwi Saputra mengatakan, berdasarkan komoditas, pertumbuhan ekspor yang melambat berasal dari komoditas mebel dan kayu olahan, barang dari karet, bahan kimia, serta produk plastik. Sedangkan komoditas ekspor unggulan Jawa Tengah lainnya berupa tekstil dan produk tekstil serta alas kaki tumbuh lebih tinggi pada triwulan | 2019. 

"Dengan perlambatan ini, kontribusi ekspor luar negeri terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah mengalami penurunan," kata Rahmat  Selanjutnya, impor luar negeri Jawa Tengah juga menunjukkan perlambatan, yaitu dari 21,73% (yoy) pada triwulan IV 2018 menjadi 6,12% (yoy) pada triwulan I 2019.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis