Penggusuran di Tambakrejo Semarang Berbuntut Bolos Massal 80 Siswa

Warga berkumpul seusai penggusuran kampung Tambakrejo, Kelurahan Tanjungmas, Semarang Utara. (Bisnis/Alif Nazzala Rizqi)
11 Mei 2019 08:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Penggusuran permukiman warga di kampung Tambakrejo, Kelurahan Tanjungmas, Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah berbuntut. Puluhan anak terpaksa bolos sekolah karena baju yang harus mereka gunakan telah ludes. 

Satu di antaranya ada yang rusak dan lainnya ada yang hilang dilindas alat berat yang merobohkan rumah mereka. Itulah potret anak-anak di kampung Tambakrejo, Kelurahan Tanjungmas, Semarang Utara yang Kamis (9/5/2019) lalu, digusur sepihak oleh Satuan Polisi Pamongg Praja (Satpol PP) Kota Semarang.

Ketua RT 005 kampung Tambakrejo, Rahmadi, mengatakan apa yang telah dilakukan oleh pemerintah merupakan sesuatu yang kejam. Menurutnya ini melanggar nota perjanjian yang telah disepakati antara warga Tambakrejo dan pemerintah.

"Perjanjian itu berisi kesepakatan di antaranya, warga tambakrejo tidak akan dipindahkan sebelum lahan tempat tinggal sementara selesai di bangun dan diratakan," paparnya Jumat (10/5/2019).

Hal ini berdampak pada nasib anak-anak yang terpaksa bolos sekolah karena seragam mereka pada rusak dan hilang. Bahkan, buku-buku belajar mereka juga raib dilindas alat berat yang merobohkan rumah mereka.

"Sedikitnya ada 80 anak-anak yang tidak bisa sekolah karena seragam dan alat belajar mereka hilang," paparnya.

Puing sisa penggusuran di kampung Tambakrejo, Semarang. (Bisnis-Alif Nazzala Rizqi)

Bukan hanya itu, menurut Rahmadi, puluhan warga harus rela kehilangan barang-barang berharganya seperti uang, emas, tv, kulkas dan juga kitab-kitab suci yang mereka miliki. "Kita tidak sempat mengambil barang-barang penting kita, wong tiba-tiba ada alat berat yang langsung merobohkan rumah kami," katanya.

Dia menambahkan, untuk sementara waktu, warga akan tinggal di Tambakrejo dengan tempat seadanya. Mereka sudah mendirikan dua posko dan satu kamar mandi. Kendati demikian, ia mengakui jika itu semua masih kurang jika untuk mengakomodasi semua warga Tambakrejo yang jumlahnya ratusan.

"Semoga Pak Hendi bisa terketuk hatinya, kita juga sebenarnya sangat mendukung relokasi, namun harus sesuai dengan persyaratan yang telah disepakati," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis