Pemerintah Ingin Pelabuhan Kargo untuk Percepat Kawasan Industri Kendal

Presiden Joko Widodo (ketiga dari kanan) dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong (kedua dari kiri) mengamati maket Kawasan Industri Kendal (KIK) menjelang peresmiannya, di Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Senin (14/11 - 2016). (Antara/Aditya Pradana Putra)
11 Mei 2019 02:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah pusat menilai pertumbuhan investasi di PT Kawasan Industri Kendal (KIK) relatif cepat di antara 17 kawasan industri prioritas lainnya.Namun diklaim pengembangan kawasan industri itu membutuhkan dukungan pelabuhan kargo.

Hingga kini sudah ada 51 investor yang bergabung dengan kawasan industri tersebut. Namun, Direktur PT KIK, Purbadi, berpendapat, pertumbuhan investasi di kawasan industri yang dikembangkan oleh dua developer besar di Asia Tenggara, yaitu Sembcorp Development Ltd. dan PT Jababeka Tbk. itu harus terus dipacu untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Dalam RPJMN itu ada 17 kawasan industri prioritas nasional, yang termasuk cepat itu Kendal [KIK]. Namun, untuk perkembangan akselerasi pembangunan daerah termasuk lambat kalau dibanding saat kami membangun pada saat awal di Cikarang. Perkembangannya, dengan 51 investor itu baru sekitar 60 hektare dan industri yang masuk baru dari Indonesia serta belum sepenuhnya berorientasi ekspor,” kata Purbadi Jumat (10/5/2019).

Menurut Purbadi, salah satu faktor penentu percepatan investasi di PT KIK adalah kehadiran pelabuhan internasional di Kendal. PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) membentuk perusahaan patungan bersama operator pelabuhan asal Singapura, PSA International dan perusahaan konstruksi asal China, China Communication Construction Engineering (CCCE), untuk membangun dan mengoperasikan Pelabuhan Internasional Kendal.

Nota kolaborasi ketiganya sudah diteken pada Juni (6/6/2018) lalu di Jakarta. “Beberapa investor sudah menanyakan juga. Langkah pertama perlu lampu hijau dari Kementerian Perhubungan untuk mengembangkan Pelabuhan Kendal sebagai pelabuhan kargo,” tambahnya.

Purbadi menuruturkan, banyak investor yang juga mengharapkan insentif pajak berupa pembebasan pajak dalam periode tertentu (tax holiday) dan pengurangan pajak penghasilan (tax allowance) dari pemerintah. “Kemudian pada tahun kemarin diangkat oleh PM Singapura dan Bapak Jokowi bahwa KIK diusulkan memiliki tax holiday dan tax allowance atau memperoleh fasilitas KEK. Harapannya, dengan insentif itu akan segera banyak yang masuk untuk mempercepat pertumbuhan,” tambahnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menilai, pembangunan dan operasional Pelabuhan Internasional Kendal memang perlu diakselerasi untuk mendukung pertumbuhan investasi di PT KIK. “Kalau port-nya dipercepat, dia produksinya semakin meningkat. Kita harus menyiapkan itu,” jelasnya.

Senada dengan Gus Yasin, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Peni Rahayu menjelaskan, Pemprov Jateng akan membantu berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk pengembangan Pelabuhan Kendal. “Secara perencanaan dan tata ruang, kita sebenarnya sudah mendukung untuk pelabuhan. Kami bantu koordinasikan lagi dengan kementerian untuk melakukan percepatan pelabuhan ini,” ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis