Trans Semarang Dinilai Belum Butuh Jalur Khusus

Ilustrasi bus rapid transit (BRT) Trans Semarang. (Twitter.com)
11 Mei 2019 14:50 WIB Yudi Supriyanto Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Akademisi menganggap bus Trans Semarang belum membutuhkan jalur khusus yang menyita badan jalan atau membutuhkan banyak biaya untuk pengadaannya, Jalur khusus atau dedicated lane untuk moda transportasi bus rapid transit (BRT) itu dinilai belum perlu untuk dibangun pada saat ini.

Akademisi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno,  mengungkapkan pemerintah daerah sebaiknya fokus dan serius terlebih dahulu membenahi angkutan umum yang ada saat ini. “[Pembangunan jalur khusus] Sebenarnya belum perlu untuk kota-kota di luar Jakarta,” kata Djoko kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Jumat (10/5/2019).  

Dia menjelaskan Jakarta memiliki karakter yang berbeda dengan kota-kota lainnya. Di Jakarta, tambahnya, jalur khusus atau dedicated linei diperlukan mengingat masyarakatnya sangat butuh kecepatan.

Bukan hanya itu, lanjutnya, pembangunan jalur khusus juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sementara kemampuan fiskal pemerintah daerah terbatas. Pembangunan jalur khusus untuk Trans Semarang akan memotong lebar jalan yang ada saat ini.

Adapun terkait dengan keselamatan pengguna jalan lainnya, dia menuturkan pengemudi bus rapid transit tersebut harus berkualitas, memiliki kemampuan dalam mengendarai armadanya. Dia menuturkan, angkutan umum yang ada di daerah-daerah seperti Semarang harus bisa membuat masyarakat beralih dari kendaraan pribadi menggunakan angkutan umum.

“Berapa banyak orang yang beralih [menggunakan angkutan umum dari kendaraan pribadi]. [Berapa banyak] Pegawai negeri sipil yang mau naik angkutan umum,” katanya. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis