Gagal Total di Soloraya, Ini 8 Caleg Gerindra Jateng yang Lolos ke Senayan…

Seorang kader membawa bendera Partai Gerindra. (Liputan6.com/JohanTallo)
12 Mei 2019 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Partai Gerindra Jawa Tengah (Jateng) hanya mampu meloloskan delapan wakilnya ke Senayan pada Pemilu 2019. Kedelapan wakil itu berasal dari 8 daerah pemilihan (dapil), minus Soloraya.

“Dari 10 dapil yang ada, kita hanya meloloskan 8 calon dari 8 dapil. Untuk Dapil IV dan V [Soloraya], kita enggak meloloskan satu wakil pun,” ujar Sekretaris DPD Partai Gerindra Jateng, Sriyanto Saputro, kepada Semarangpos.com, Sabtu (11/5/2019) malam.

Sriyanto mengaku heran tidak ada satu pun calon Gerindra yang mampu lolos dari Soloraya. Padahal, nama besar bersaing di Soloraya, seperti Wakil Ketua DPP Partai Gerindra, Ferry Juliantono, dan mantan Bupati Sukoharjo, yang merupakan calon petahana, Bambang Riyanto.

Kedelapan caleg Gerindra yang lolos ke Senayan dari Jateng itu, yakni  Sigit Ibnugroho Sarasprono dari Dapil Jateng 1, Abdul Wachid (Dapil Jateng II), Sudewo (Dapil Jateng III), Hari Poernomo (Dapil Jateng VI), KRT. H. Darori Wododipuro (Dapil Jateng VII), Novita Wijayanti (Dapil Jateng VIII), Mohamad Hekal (Dapil Jateng IX), dan Ramson Siagian (Dapil Jateng X).

Sriyanto mengaku pencapaian ini terbilang turun. Sebab, pada Pemilu 2014 lalu Partai Gerindra mampu mengirimkan 10 wakilnya dari Jateng ke kursi DPR RI.

Kondisi ini, lanjut Sriyanto, tak terlepas dari pecahnya konsentrasi para kader. Pemilu yang berlangsung secara bersamaan, Pileg dan Pilpres, membuat konsentrasi mesin politik Gerindra terpecah.

“Ini kondisi yang luar biasa menurut kami. Seperti yang sudah pernah sampaikan, kami harus menghadapi money politics yang gila-gilaan. Selain itu, konsentrasi kami juga terpecah di Pileg dan Pilpres. Tapi, apa yang kami raih sudah cukup lumayan,” imbuh Sriyanto

Sriyanto menambahkan dengan pencapaian ini pihaknya akan segera melakukan evaluasi secara menyeluruh. Selain itu, pihaknya juga akan mendesak pemerintah agar pemilu ke depan digelar secara terpisah.

“Pileg dan Pilpres harus dipisah. Apalagi pelaksanaan tahun ini juga banyak catatan, seperti banyaknya anggota KPPS yang meninggal dunia. Mencapai 500 orang,” jelasnya.

Sementara itu, jika di tingkat DPR RI Partai Gerindra hanya meraih pencapaian yang minim, kondisi serupa juga terjadi di tingkat DPRD Jateng. Dari 120 kursi DPRD Jateng yang diperebutkan pada Pemilu 2019, Partai Gerindra hanya berhasil merebut 13 kursi.

Jumlah itu sebenarnya mengalami peningkatan dibanding pemilu sebelumnya, di mana Gerindra hanya meraih 11 kursi. Namun, secara pencapaian target jumlah itu jauh dari harapan.

“Tahun ini kan ada penambahan dapil di DPRD Jateng, jadi 13 dapil. Target kami semula, minimal bisa dapat 14 kursi. Tapi, ternyata hanya bisa dapat 13. Di Dapil VI [Wonogiri, Karanganyar, Sragen] hanya saya sendiri yang lolos,” imbuh Sriyanto.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya