Ingin Tahu Sejarah Bangunan di Kota Lama Semarang, Ini Caranya…

Kepala BPK2L, Hevearita G. Rahayu (kanan), meresmikan Klinik Pengawasan Bangunan Kota Lama di Gedung Oudetrap, kawasan Kota Lama, Kota Semarang, Senin (13/5 - 2019). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
14 Mei 2019 12:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang meluncurkan sebuah aplikasi berbasis Android yang akan memudahkan masyarakat maupun wisatawan memperoleh informasi tentang kawasan Kota Lama Semarang. Aplikasi bertajuk Kota Lama Semarang itu berisi data dan informasi 116 bangunan cagar budaya atau bangunan konservasi di kawasan Kota Lama.

Kepala Bidang Pengawasan Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang, Nik Sutiyani, mengatakan aplikasi Kota Lama Semarang mempermudah para wisatawan untuk mengetahui informasi bangunan cagar budaya di kawasan yang menjadi ikon Kota Semarang itu. Wisatawan yang ingin mengetahui informasi tersebut tinggal mengunduh aplikasinya melalui Google Playstore.

Sementara itu, tiap bangunan konservasi telah diberi tanda QR atau barcode oleh Pemkot Semarang. .Nantinya, wisatawan yang ingin mengetahui informasi bangunan itu tinggal melakukan scan barcode yang ada di tiap bangunan.

“Nantinya dari hasil barcode tersebut akan diketahui informasi bangunan terkait secara detail. Aplikasi ini juga sekaligus menjadi database kami,” ujar Nik saat dijumpai wartawan di Gedung Oudetrap, Kota Lama, Semarang, Senin (13/5/2019).

Nik menambahkan aplikasi Kota Lama Semarang dibuat juga untuk mendukung program smart city. Selain aplikasi, pihaknya juga mendirikan Klinik Pengawasan Bangunan Kota Lama di Gedung Oudetrap, untuk pelayanan bagi pemilik bangunan.

“Pemilik bangunan di Kota Lama yang membutuhkan informasi, perizinan, keluhan bangunan tidak harus datang ke Balai Kota Semarang. Mereka bisa dilayani staf Distaru di Gedung Oudetrap,” imbuhnya.

Dia menambahkan, Klinik Pengawasan Bangunan tersebut juga menunjang dosier (dokumen Kota Lama). Aplikasi tersebut masuk dalam poin dalam dosier di poin management plant.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, mengatakan Klinik Pengawasan Bangunan Kota Lama dan aplikasi Kota Lama Semarang merupakan cita-cita yang sudah lama diinginkan Pemkot Semarang.

"Kota Lama Semarang kan salah satu destinasi wisata yang sudah familiar hingga mancanegara. Harapannya dengan adanya aplikasi ini, wisatawasan bisa lebih mudah menggali informasi terkait bangunan cagar budaya Kota Lama," kata perempuan yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Semarang itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya