Tak Hanya 1, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris di Jateng

Ilustrasi Densus 88 Antiteror. (Antara/rahRony Muharrman)
14 Mei 2019 18:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88 Mabes Polri menangkap delapan terduga teroris di beberapa daerah di Jawa Tengah (Jateng), Selasa (14/5/2019).

Kapolda Jateng, Irjen Pol. Rycko A. Dahniel, membenarkan adanya penegakan hukum kasus terorisme yang dilakukan Densus 88 di wilayahnya. Rycko bahkan menyatakan 8 terduga teroris diamankan di beberapa lokasi yang berbeda, antara lain Grobogan, Sragen, dan Magelang.

“Yang paling banyak di Magelang. Tapi, ini masih terus dikembangkan. Bisa jadi jumlahnya nanti bertambah,” ujar Rycko saat dijumpai wartawan di Mapolda Jateng, Kota Semarang, Selasa petang.

Rycko penangkapan itu merupakan hasil koordinasi Densus 88 dengan Polda Jateng selama dua hari terakhir. “Kedelapan terduga teroris ini saat ini masih menjalani pemeriksaan. Mereka akan menjalani pemeriksaan selama tujuh hari di wilayah hukum Jateng untuk mengetahui apakah terbukti bersalah atau tidak,” imbuh Rycko.

Rycko menambahkan saat ini kasus penangkapan terduga teroris itu ditangani sepenuhnya Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Polda Jateng sifatnya hanya membantu proses pengamanan kasus tersebut.

Sementara itu, salah satu terduga teroris yang ditangkap Densus 88 diketahui bernama Ahmad. Ia ditangkap empat anggota Densus 88 seusai melaksanakan salat subuh di masjid yang tak jauh dari rumahnya di Desa Godong, Kabupaten Grobogan, Selasa pagi.

Kepala Desa Godong, Zaenal Arifin, yang dihubungi melalui sambungan telepon membenarkan adanya penangkapan di wilayahnya. Namun, ia membantah jika terduga teroris yang ditangkap itu merupakan warga asli Godong.

“Iya, ada. Tapi dia bukan warga asli sini. Dia hanya mengontrak,” ujarnya.

Zaenal mengatakan, saat terjadi penangkapan terduga teroris ini banyak warga yang melihat. Warga pun dikejutkan dengan aksi penangkapan itu.

"Banyak tetangga malah tahu dari pedagang yang jualan di pasar. Karena penangkapannya di masjid yang dekat dengan pasar juga," ucap Zaenal.

Menurut Zaenal, sebelum tinggal di rumah kontrakan di dekat Pasar Godong, terduga teroris itu tinggal di wilayah Kabupaten Magelang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya