Terduga Teroris di Semarang Tinggal Sekampung dengan Wali Kota

Rumah terduga teroris di Jl. Lempongsari II, Kota Semarang, tampak tertutup rapat setelah didatangi Densus 88 Antiteror, Selasa (14/5 - 2019). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
15 Mei 2019 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Salah satu dari sekian banyak terduga teroris yang diamankan Densus 88 Antiteror di Jawa Tengah (Jateng), ternyata warga Kota Semarang. Dia adalah Taufik Teguh Prasetyo, 45, warga Jl. Lempongsari II No. 516, Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur atau sekampung dengan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Taufik diciduk Densus 88 di Jl. Veteran No. 28, Kota Semarang, Selasa (14/5/2019) sekitar pukul 03.30 WIB. Penangkapan Taufik jelas mengejutkan keluarganya.

Tak ada yang menyangka jika pria yang bekerja sebagai penjahit dan guru beladiri di SDIT Hidayatulla itu bakal terlibat kasus terorisme yang ditangani Pasukan Burung Hantu, julukan Densus 88. Salah seorang keponakan terduga teroris, Firma, 36, mengaku keluarga sempat syok mendengar kabar ditangkapnya Taufik.

Saat awak media massa, termasuk Semarangpos.com, mengunjungi kediamannya, Selasa malam, Firma, bahkan masih menunjukkan wajah penuh ketegangan. “Enggak ada yang tahu penangkapannya. Sebelumnya, om Taufik pamit perggi beli obat. Tapi, enggak pulang-pulang. Tiba-tiba, pas siang hari, sekitar pukul 11.00 WIB, ada sekumpulan orang yang datang dengan mengendarai Toyota Innova baru dikasih tahu kalau om Taufik ditangkap,” cerita Fima.

Fima menuturkan sekelompok orang yang diduga anggota Densus 88 itu lantas menemui istri Taufik, Retno Winarsih, 45. Istri Taufik lah yang memberitahunya jika pamannya itu diamankan Densus 88.

“Kita semua kaget. Kita enggak menyangka om Taufik terlibat dengan hal-hal seperti itu,” kata Firma.

Firma mengaku Taufik sehari-hari tergolong orang yang aktif bersosialisasi dengan warga sekitar. Taufik bahkan saat ini masih menjabat sebagai Ketua RT 003/RW 001, Kelurahan Lempongsari.

Selain itu, Taufik juga dikenal sebagai orang yang taat beragama dan menjadi guru mengaji. Ia bahkan seringkali memberikan tausiah di masjid yang dekat dengan kediaman pribadi Hendi, sapaan Wali Kota Semarang. 

“Selama ini, paman saya memang enggak neko-neko. Kita tahu dia pelatih beladiri juga dari Densus. Selama ini, kita tahunya beliau berprofesi sebagai penjahit. Biasanya menerima orderan seragam sekolah,” ujar perempuan yang rumahnya berada pas di depan terduga teroris.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya