Ekspor Produk Perikanan Jateng Naik 5,1%

Ilustrasi nelayan membersihkan perahu bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. (Antara/Jojon)
18 Mei 2019 16:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Nilai ekspor produk perikanan Jawa Tengah selama kuartal I tahun 2019 atau periode Januari-April 2019 tercatat mencapai 15.698 ton atau meningkat 5,1% dibandingkan kuartal sama tahun 2018 lalu.

Kepala Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan (BKIPM) Semarang, Raden Gatot Perdana, mengatakan meskipun terjadi kenaikan volume ekspor, nilai ekspor kuartal I/2019 mengalami sedikit penurunan sebesar 5,3% dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu. "Jumlah komoditas yang mengalami peningkatan merupakan komoditi dengan nilai ekonomi yang rendah. Contoh yang dapat kita ambil adalah volume ekspor surimi yang begitu tinggi memiliki nilai yang lebih rendah bila dibandingkan komoditi rajungan dengan volume yang lebih rendah," katanya, Jumat (17/5/2019).

Adapun, lima negara yang menjadi urutan tertinggi ekpor perikanan Jateng yaitu masih dari Amerika Serikat, China, Jepang, Malaysia dan Taiwan. Amerika Serikat menjadi peringkat teratas dengan volume 1.041 ton senilai Rp367 miliar, sedangkan terendah adalah Taiwan dengan volume ekspor 981 ton, senilai Rp45 miliar.

Sedangkan, volume penjualan tertinggi adalah komoditas surimi yaitu sebanyak 3.307 ton, disusul cumi-cumi sebanyak 1.752 ton, rajungan yaitu sebanyak 1.086 ton, udang putih 787 ton dan daging nila 723 ton. "Nilai tertinggi ekspor dari produk perikanan tersebut adalah Rp 350 miliar, dari produk Rajungan, disusul Surimi senilai Rp107 miliar dan produk lainnya," jelasnya.

Meningkatnya volume perikanan ini menjadi catatan yang baik di kuartal I/2019 ini, yang menunjukkan peningkatan kuota ekspor hasil perikanan. Hal tersebut menjadi tolok ukur keberhasilan dari program pemerintah dalam menjaga kedaulatan di laut dari maraknya ilegal fishing di Indonesia oleh kapal-kapal asing.

"Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah ekspor ikan, yang berasal dari tangkapan nelayan sehingga mengembalikan laut sebagai ladang subur bagi para nelayan," tuturnya.

Disebutnya, yang menjadi catatan dan kewajiban seluruh pihak adalah usaha peningkatan nilai jual dan daya saing produk hasil perikanan di tiap daerah, juga Jawa Tengah, sehingga nilai ekspor yang tidak sejalan arah kenaikannya dengan volume ekspor dapat sejalan sesuai yang diharapkan. "Perlunya disertifikasi produk dan inovasi baru dalam produksi produk olahan berbahan ikan, dapat menjadi salah satu solusi untuk mendongkrak nilai ekspor perikanan Jawa Tengah agar selaras dengan jumlah volume ekspornya," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis