Rajungan Kontributor Utama Ekspor Perikanan Jateng

Ilustrasi nelayan menjual rajungan hasil tangkapannya ke pengepul. (Antara/Dedhez Anggara)
19 Mei 2019 14:50 WIB Yudi Supriyanto Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Semarang menempatkan rajungan sebagai komoditas ekspor produk perikanan Jawa Tengah dengan nilai ekspor tertinggi. Sementara itu, surimi merupakan produk perikanan dengan volume ekspor produk perikanan Jateng terbanyak pada Januari-April 2019.

Kepala BKIPM Semarang Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Raden Gatot Perdana mengatakan nilai ekspor tertinggi produk perikanan Jawa Tengah pada empat bulan pertama tahun ini dimiliki oleh Rajungan dengan nilai Rp350 miliar. “Nilai tertinggi ekspor dari produk perikanan tersebut adalah 350 miliar rupiah dari produk Rajungan, disusul Surimi senilai Rp107 miliar dan produk lainnya,” kata Gatot dalam pernyataan resmi yang diterima Jaringan Informsi Bisnis Indonesia (JIBI) di Kota Semarang, Jateng, Jumat (17/5/2019).

Dia mengungkapkan rajunganmemiliki nilai ekspor senilai Rp350 miliar dengan volume ekspor sebanyak 1.086 ton pada Januari-April tahun ini. Volume ekspor rajungan tersebut menempatkannya berada di posisi ketiga dari lima terbesar komoditi ekspor produk perikanan Jateng meskipun memiliki nilai tertinggi.

Volume ekspor terbanyak adalah komoditas produk perikanan Surimi, yakni 3.307 ton dengan nilai Rp107 miliar. Kemudian, disusul oleh ekspor cumi-cumi sebanyak 1.752 ton dengan nilai Rp72 miliar dan udang putih sebanyak 787 ton dengan nilai Rp74 miliar. Adapun posisi terakhir dalam lima teratas ekspor produk perikanan Jateng ditempati komoditas daging ikan nila, yakni 723 ton dengan nilai Rp45 miliar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis