Satpol PP Kudus Razia Pengamen dan Pengemis, Ini Tujuannya...

Sejumlah Satpol PP Kudus mendatangi pengamen yang biasa beroperasi di Pertigaan Ngembal, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin (20/5 - 2019). (Antara/Istimewa)
22 Mei 2019 07:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kudus mengupayakan Kabupaten Kudus bebas dari pengamen dan pengemis di persimpangan jalan demi memberikan kenyamanan pengguna jalan.

Menurut Kepala Satpol PP Kudus Djati Solechah untuk menciptakan kenyamanan para pengendara di persimpangan jalan maka dilakukan razia secara rutin terhadap pengemis gelandangan dan orang terlantar (PGOT). “Persimpangan jalan yang diawasi adalah yang dilengkapi lampu pengatur lalu lintas,” tambahnya di Kudus, Jawa Tengah, Senin (20/5/2019).

Hasilnya, lanjut dia, Satpol PP Kudus berhasil merazia seorang wanita pengamen di Jalan Pertigaan Ngembal Kudus karena sebelumnya sudah mendapatkan peringatan agar tidak melakukan kegiatannya di lokasi serupa. Pengamen tersebut, kata dia, melanggar perda Kabupaten Kudus nomor 15/2017 tentang Penanggulangan Gelandangan, Pengemis, dan Anak Jalanan.

Selain itu, dia juga melanggar Perda No. 8/2015 tentang Kebersihan, Keindahan dan Ketertiban Dalam Wilayah Kabupaten Kudus. Razia PGOT juga dilakukan di tempat-tempat lain yang memang sering dijadikan tempat untuk mengemis atau mengamen, seperti kawasan Alun-Alun Kudus.

Ia berharap dukungan masyarakat dengan tidak memberikan uang kepada mereka sehingga bisa menjadi efek jera. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara