Dinkop Jateng Pamerkan Produk Halal Bikinan UMKM

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat meninjau salah satu stan di Festival Halal 2019 yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Rabu (22/5 - 2019). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
23 Mei 2019 12:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Dinas Koperasi (Dinkop) dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Jawa Tengah (Jateng) menargetkan 500 produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayahnya lolos sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) setiap tahunnya.

Kepala Dinkop UKM Jateng, Ema Rachmawati, menyebut saat ini sudah ada 507 produk UMKM di Jateng yang tersertifikasi halal dari MUI. Jumlah itu diharapkan terus bertambah setiap tahunnya seiring banyaknya produk-produk yang dihasilkan UMKM di Jateng.

“Produk halal saat ini menjadi trend di kalangan masyarakat. Untuk itu kami terus berupaya menjadikan pelaku UMKM Jateng mengurus sertifikasi halal. Kami sudah bekerja sama dengan MUI untuk mendukung program ini,” ujar Ema saat dijumpai wartawan di sela acara Festival Halal dengan tema Halal is My Life di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Rabu (22/5/2019).

Dalam Festival Halal itu ada 47 stan yang memamerkan produknya, mulai dari makanan, pakaian, hingga kerajinan. Produk yang dipamerkan itu berasal dari 23 UMKM di Jateng dan telah memiliki sertifikasi halal dari MUI. Pameran produk halal ini rencana digelar selama tiga hari, hingga Jumat (23/5/2019).

“Tujuan festival ini tak lain adalah untuk memperkenalkan produk-produk UMKM yang telah bersertifikasi halal. Selain itu, kita juga ingin mengedukasi kepada masyarakat agar membeli produk yang halal,” imbuh Ema.

Ema mengatakan sertifikasi halal sangat pentik bagi suatu produk. Selain menyediakan produk yang terjamin kehalalannya, sertifikasi juga menjamin masyarakat mendapat produk yang berkualitas.

“Makanya kita terus mendorong UMKM di Jateng melakukan sertifikasi halal. Kita [Dinkop UKM] akan membantu agar UMKM lolos sertifikasi itu. Kalau sendiri-sendiri kan sulit, makanya kita bantu,” imbuh perempuan berjilbab itu.

Terpisah, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, yang turut berkunjung ke tiap stan di Festival Halal berharap seluruh produk UMKM memiliki label halal.

“Halal itu bukan hanya soal keterkaitan agama tertentu, namun juga proses produksinya benar, barang dan produknya berkualitas dan terjamin,” kata Ganjar.

Sertifikasi halal pada produk UMKM, menurut Ganjar tidak hanya penting bagi masyarakat muslim saja. Bagi warga nonmuslim, produk halal juga memberikan jaminan kesehatan karena semua proses dilakukan secara sehat dan benar.

“Misalnya makan ayam goreng, kalau sudah bersertifikat halal itu tidak mungkin ayam tiren dan prosesnya tidak higienis. Sehingga dengan sertifikasi halal itu, semua konsumen baik muslim maupun nonmuslim mendapatkan manfaatnya,” terang Ganjar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya