5.773 Napi di Jateng Dapat Remisi, Kemenkumham Klaim Hemat Uang Negara Rp2,9 M

Ilustrasi penjara. (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
02 Juni 2019 10:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Sebanyak 5.773 narapidana (napi) di Jawa Tengah (Jateng) mendapat pengurangan masa hukuman atau remisi saat hari raya Idulfitri 2019. Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jateng mengklaim remisi khusus hari raya itu membuat negara melakukan efisiensi atau penghematan anggaran hingga Rp2.988.795.000.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkumham Jateng, Marasidin Siregar, mengatakan setiap harinya pemerintah mengeluarkan biaya Rp19.000 untuk kebutuhan bahan makanan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).

“Pemberian remisi berkaitan erat dengan penghematan anggaran. Dengan adanya potongan pidana, maka akan berkurang pula kebutuhan bahan makanan [bama] untuk WBP,” kata Marasidin Siregar, dalam keterangan pers yang diterima Semarangpos.com, Rabu (29/5/2019).

Marasidin menambahkan saat ini total ada 13.650 WBP yang menghuni lembaga pemasyarakatan (LP) maupun rumah tahanan (rutan) se-Jateng. Dari jumlah itu, 3.221 di antaranya berstatus tahanan dan 10.429 orang berstatus napi.

Sementara itu, dari 5.773 napi di Jateng yang menerima remisi hari raya, terbanyak berada di LP Kelas II A Purwokerto, yakni 471 orang.

Sedangkan dari 5.773 penerima remisi di Jateng, 4.558 orang di antaranya merupakan napi kasus pidana umum, 26 orang kasus terorisme, 1.134 kasus narkotika, 21 orang kasus korupsi, 27 orang kasus illegal logging, 4 orang kasus illegal trafficking, dan 3 orang kasus money laundering.

Mereka menerima remisi dengan jumlah pengurangan yang berbeda, mulai dari 15 hari, 1 bulan, 1 bulan 15 hari, hingga yang terlama 2 bulan.

“Remisi merupakan pengurangan masa hukuman yang didasarkan ketentuan undang-undang. Pemberian remisi merupakan wujud negara hadir dalam pemenuhan hak WBP atas segala pencapaian positif selama menjalami masa pembinaan,” ujar Marasidin Siregar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya