Gunung Merapi 2 Kali Gempa Guguran, Wisatawan Aman

Guguran lava pijar keluar dari Gunung Merapi terlihat dari Deles, Klaten, Rabu (30/1 - 2019) dini hari. (Solopos/Burhan Aris Nugraha)
08 Juni 2019 04:40 WIB Newswire Semarang Share :

Solopos.com, JOGJA — Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah mengalami dua kali gempa guguran pada Jumat. Walaupun diguncang gempa, objek-objek wisata di sekitar Gunung Merapi aman untuk dikunjungi.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangan resminya mengatakan gempa guguran yang terekam selama periode pengamatan pukul 12.00-18.00 WIB amplitudonya 11 mm-24 mm dan berlangsung 46 detik-61 detik. Selain gempa guguran, BPPTKG juga mencatat dua kali gempa embusan dengan amplitudo 2 mm yang berlangsung 35 detik-43 detik, satu kali gempa frekuensi rendah dengan amplitudo 2 mm yang berlangsung 18 detik, dan gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 70 mm yang berlangsung 42 detik.

Hasil pengamatan visual asap kawah di gunung api itu tidak teramati. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat, suhu udara 17 derajat Celsius-23 derajat Celsius, kelembaban udara 39%-98%, dan tekanan udara 568.8 mmHg-708.7 mmHg.

Hingga saat ini, BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau Waspada, untuk sementara BPPTKG tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana. BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari puncak Gunung Merapi.

Meski demikian, menurut dia, objek-objek wisata di sekitar Gunung Merapi seperti Kawasan Kaliurang, Kaliadem, Klangon, Deles dan kawasan lain yang berada di luar radius 3 km dari puncak aman untuk dikunjungi.

Sumber : Antara