Jualan Hingga Tengah Malam, Pedagang Batik Pekalongan Tangguk Untung

Pedagang batik di Pasar Grosir Setono Kota Pekalongan melayani pembeli. (Antara/Kutnadi)
11 Juni 2019 14:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, PEKALONGAN — Batik Night Market yang dihelat pedagang Grosir Batik Setono, Kota Pekalongan, Jawa Tengah diklaim berpengaruh besar terhadap kenaikan penjualan batik di pasar tradisional itu selama musim arus mudik dan balik Lebaran 2019.

Ketua Pengurus Koperasi Pasar Batik Setono (KPBS) Pekalongan Dzul Ilmi mengatakan Batik Night Market dibuka setiap hari hingga 23.00 WIB. "Sebelumnya, penjualan batik di pasar grosir hanya sampai petang hari, Akan tetapi dengan adanya Batik Night Market maka pasar batik ditutup hingga pukul 23.00 WIB yang berimbas terhadap kenaikan penjualan batik," katanya di Pekalongan, Jateng, Senin (10/6/2019).

Menurut dia, kenaikan penjualan batik yang diperoleh oleh masing-masing pedagang grosir bervariasi, yaitu 20% hingga 100% dibandingkan kondisi normal. "Adanya Batik Night Market memang berdampak pada pedagang untuk membuka kios lebih lama. Jadi, kami seperti buka dua sif karena kios dibuka mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB," katanya.

Wakil Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid mengatakan ada sejumlah faktor yang membuat penjualan batik di Pasar Grosir Batik Setono meningkat, yaitu adanya rekayasa jalur satu arah (one way) jalan tol, dibangunnya exit tol, dan Batik Night Market.

"Ini pengaruh exit tol sangat besar karena pada tahun ini juga ada rekayasa one way sehingga pemudik banyak yang melalui jalur pantura. Kemudian adanya Batik Night Market," katanya.

Pada kesempatan itu, Afzan minta kepada instansi terkait untuk memasang baliho atau papan iklan tentang Pasar Grosir Setono di dalam jalan tol. "PR lainnya yaitu harus ada pemasangan baliho iklan berukuran besar maupun papan petunjuk ke Pasar Grosir Setono. Ini nanti yang ke depan kami upayakan," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Sumber : Antara