Musim Kemarau, 360 Desa di Jateng Terancam Kekeringan

Ilustrasi sawah kering saat musim kemarau. (Bisnis/Rahmatullah)
11 Juni 2019 20:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Sebanyak 360 desa di 31 kabupaten/kota di Jawa Tengah (Jateng) terancam mengalami kekeringan pada musim kemarau saat ini. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sudaryanto, mengatakan dari 360 desa yang berpotensi mengalami kekeringan itu paling banyak berada di wilayah Kabupaten Purbalingga, yakni 75 desa.

“Prediksi kami total ada 360 desa yang akan mengalami kekeringan pada awal musim kemarau ini. Dari 360 desa itu ada 2.056.287 jiwa dan 545.851 KK [kepala keluarga] yang terdampak,” ujar Sudaryanto kepada Semarangpos.com, Selasa (11/6/2019).

Sudaryanto mengaku pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi bencana kekeringan itu. Salah satu upaya yakni dengan menyiapkan truk tangki air yang siap dipasok ke daerah saat bencana kekeringan itu melanda.

“Setiap kabupaten/kota sudah punya empat mobil tangki air. Begitu ada daerah yang mengalami kekeringan, truk tangki itu secepatnya akan memberi pasokan air bersih. Tapi, sejauh ini belum ada daerah yang meminta pasokan air dari mobil tangki. Mungkin karena ini masih awal musim kemarau,” jelas Sudaryanto.

Selain Purbalingga, desa yang berpotensi mengalami bencana kekeringan juga berada di wilayah Cilacap, Banyumas, Jepara, Pemalang, dan Temanggung. Bahkan Cilacap menempati urutan kedua sebagai kabupaten yang memiliki jumlah desa terbanyak yang berisiko mengalami bencana kekeringan, yakni 18 desa, disusul Banyumas dengan 17 desa, Jepara 16 desa, serta Pemalang dan Temanggung dengan 15 desa.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Semarang per 31 Mei 2019, hampir seluruh wilayah di Jateng telah memasuki musim kemarau. Masuknya musim kemarau itu ditandai dengan tidak adanya hujan dalam jangka waktu yang cukup lama. Bahkan, ada beberapa daerah di Jateng yang sudah masuk kategori ekstrem atau dua bulan lebih tanpa diguyur hujan (60 hari).

“Sudah ada beberapa daerah di Jateng yang tergolong lama tidak diguyur hujan, yakni 31-60 hari. Kebanyakan daerah itu ada di wilayah Kabupaten Wonogiri. Kalau untuk Jateng bagian utara masih relatif sedang [11-20 hari],” ujar Iis kepada Semarangpos.com.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya