Puncak Musim Kemarau di Jateng Diprediksi Terjadi di Bulan Agustus

Ilustrasi prakiraan puncak musim kemarau di Jateng. (Semarangpos.com/BMKG Jateng)
12 Juni 2019 10:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Semarang memprediksi puncak musim kemarau di Jawa Tengah (Jateng) akan terjadi pada bulan Agustus nanti.

Kepala Seksi Data dan Informasi (Datin) Stasiun Klimatologi Kelas I Semarang, Iis Widya Harmoko, mengatakan saat ini hampir seluruh wilayah di Jateng sudah mengalami musim kemarau. Datangnya kemarau itu salah satunya ditandai dengan tidak turunnya hujan dalam jangka waktu cukup lama maupun rendahnya curah hujan dalam jangka 10 hari beruntun.

 “Hanya Semingkir dan Nambo di Kabupaten Pemalang dan BD Ketenger di Banyumas yang masih terjadi hujan. Sedangkan yang paling lama tidak tidak turun hujan di Cokrotulung, Klaten, yakni selama 46 hari,” ujar  Iis kepada Semarangpos.com, Selasa (11/6/2019).

Iis mengatakan berdasarkan pemetaan yang dilakukan BMKG Stasiun Klimatologi Kelas I Semarang hampir setiap wilayah di Jateng sudah masuk dalam kategori hari tanpa hujan yang sangat panjang. Kategori itu disematkan menyusul tidak adanya hujan selama 31-60 hari secara beruntun.

“Daerah yang masuk kategori hari tanpa hujan sangat panjang berada di wilayah Jateng bagian selatan dan utara sisi timur, seperti Pati, Rembang, Jepara, Grobogan, Soloraya, Purworejo, Kebumen, dan Cilacap. Kalau yang di sisi tengah Jateng masih ada hujan, walaupun dengan curah yang sangat minim [pendek],” imbuh Iis.

Iis pun memprediksi jika iklim bertahan seperti saat ini selama 10-20 hari ke depan, maka sebagian besar wilayah Jateng itu akan dilanda kekeringan ekstrem. Selain itu, ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai datangnya bencana hidrometeorlogi pada masa peralihan, seperti suhu tinggi saat siang hari dan suhu rendah pada malam hingga dini hari, kekurangan air, kebakaran, serta kekeringan.

Sementara itu, disinggung terkait puncak musim kemarau di Jateng, Iis mengaku ada perbedaan waktu di sejumlah wilayah. Di wilayah Soloraya dan sebagian kecil wilayah selatan Jateng, puncak kemarau diprediksi terjadi pada bulan Juli nanti.

Sementara di wilayah Semarang Raya dan sebagian utara Jateng, puncak musim kemarau bakal terjadi pada bulan Agustus. Sedangkan, wilayah Jateng bagian utara dan tengah, seperti Magelang, Pati, Rembang, dan Pekalongan, akan terjadi pada September nanti.

“Tapi secara umum, puncak kemarau di Jateng diperkirakan tiba pada Agustus nanti,” imbuhnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya