Terkendala Lahan, Penlok Tol Semarang-Demak Bakal Direvisi

Ilustrasi tol. (Antara/Aditya Pradana Putra)
12 Juni 2019 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pembangunan proyek jalan tol Semarang-Demak hingga kini masih belum berjalan karena terganjal pembebasan lahan. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sri Puryono, di sela-sela acara halalbihalal di Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Senin (10/6/2019).

Sri mengaku adanya permasalahan lahan itu pun membuat penetapan lokasi (penlok) tol Semarang-Demak terancam direvisi. “Tol Semarang-Demak masih ada revisi terhadap penetapan lokasi, tentang rencana zonasi. Harus ada kesepakatan dengan rakyat,” ujar Sri.

Sri mengatakan lahan yang masih bersengketa itu sebenarnya sudah tergenang rob. Padahal sesuai UU lahan yang sudah tergenang air maka hak kepemilikannya dihapus.

“Tapi kan enggak semudah itu. Kita enggak bisa meninggalkan [kepentingan] rakyat, tapi rakyat juga jangan semena-mena. Makanya ini masih proses sosialisasi,” ujar Sri.

Sri mengatakan lahan yang bermasalah itu terletak di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Selebihnya, lahan yang lain tetap bisa digunakan sesuai dengan penlok yang telah ditetapkan beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Sri mengatakan meski masih terkendala pembebasan lahan, proyek tol Semarang-Demak tetap harus berjalan. Apalagi, proyek itu masuk dalam daftar proyek startegis nasional (PSN) Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Memang ada perubahan, tapi sedang kita negosiasi. Penlok sudah ditetapkan, proses lelang juga sudah. Tahun ini harus jalan, karena PSN,” ujar Sri.

Sri menjelaskan jalan tol Semarang-Demak dirancang sepanjang 27 kilometer (km) dan akan diintegrasikan dengan tanggul laut di pantai utara Kota Semarang hingga Kali Sayung, Kabupaten Demak. Secara teknis Tol Semarang-Demak memiliki empat simpang susun yaitu Kaligawe, Terboyo, Sayung dan Demak.

“Total luas lahannya kami belum tahu pasti. Proyek strategis ini harus terus jalan dan harus jadi. Pembebasan lahan sedang dikomunikasikan,” kata Sri Puryono.

Menurutnya, tanggul laut yang membentang di sisi utara Semarang-Demak itu berfungsi untuk mengatasi banjir, rob dan penurunan permukaan tanah di daerah Semarang Utara bagian timur seperti di wilayah Kaligawe Semarang hingga Kecamatan Sayung, Demak. Apalagi jalur tersebut selalu padat lalu lintas kendaraan baik antarkota maupun antarprovinsi. Sekda menambahkan, Tol Semarang-Demak dibangun untuk meningkatkan aksebilitas dan kapasitas jaringan jalan di kawasan utara Jawa.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya