Rencana Produsen Baja asal Tiongkok Bangun Pabrik di Kendal Terganjal RTRW

Ilustrasi pabrik baja di Tiongkok. (dok. Solopos-Reuters - William Hong)
18 Juni 2019 10:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Rencana produsen baja asal Tiongkok, Hebei Bishi Steel Group, mendirikan pabrik baja di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng), rupanya belum bisa terealisasi dalam waktu dekat.

Pembangunan pabrik yang rencana dinamai PT Kendal Steel Indonesia dengan investasi senilai Rp35 triliun itu belum bisa terealisasi karena lahannya masih terkendala rencana tata ruang wilayah (RTRW). Selain karena berada di garis pantai, tempat itu masuk kawasan lindung hutan bakau dan sempadan sungai.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, pun tidak setuju sebelum ada penyesuaian. Pihaknya pun akan berkonsultasi dengan pemerintah pusat untuk membahas peraturan presiden dengan kementerian terkait. Hal itu dilakukan karena selain RTRW, investor juga terkendala existing lingkungan.

"Kalau kita terima, sesuaikan regulasi RTRW serta pertimbangan akan menumbuhkan kualitas dan kesejahteraan masyarakat atau tidak. Mereka kan biasanya butuh hamparan lahan. Bagaimana kalau desainnya diubah berkelok, sehingga tidak menyalahi regulasi," kata Ganjar saat menerima Kepala Bappeda Jateng, Prasetyo Aribowo, di Puri Gedeh, Kota Semarang, Senin (17/6/2019).

Dalam kesempatan itu, Ganjar menyatakan bahwa dirinya dijanjikan mendapat dukungan penuh dari pemerintah Persiden Joko Widodo untuk kegiatan investasi.

"Jateng di-support karena pertimbangan kondusivitas, hubungan industrial dan pertumbuhan ekonomi. Namun demikian, hitungan ekses sosial dan lingkungan serta secara detil kabupaten atau kota harus tetap menjaga keseimbangan. Intinya, meski investasi penting, keseimbangan lingkungan tetap harus terjaga," tandasnya.

Sementara itu, Prasetyo Aribowo mengatakan di Kabupaten Kendal untuk pertumbuhan industri luas lahannya mencapai 5.392,03 hektar.

Kawasan industri terpadu 633 hektar dan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) seluas 2.443 hektar. Sedangkan kawasan lindung sebesar 449,414 hektar.

"Kita perlu mengajukan permohonan revisi regulasi peraturan pemerintah agar ada kesesuaian dengan RTRW provinsi. Misalnya di KIK [Kawasan Industri Kendal], ternyata tidak ada sempadan pantai," ujarnya.

Informasi yang dihimpun Semarangpos.com, PT Kendal Steel Indonesia merupakan pabrik baja yang akan dibangun hasil kerja sama perusahaan baja asal Tiongkok, Hebei Bishi Steel Group, dengan perusahaan asal Indonesia, PT Seafer Kawasan Industri.

PT Seafer Kawasan Industri bahkan sudah menyediakan lahan seluas 700 hektare di Kecamatan Patebon, Kendal. Pabrik baja PT Kendal Steel Indonesia itu kabarnya akan menelan investasi senilai Rp35 triliun dan digadang-gadang menjadi pabrik baja terbesar di Asia.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya