Ini Kuota Siswa Berprestasi di PPDB SMA Jateng

Ilustrasi PPDB SMA di Jateng. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
18 Juni 2019 06:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) tidak akan secara mutlak menerapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No.51/2018 dalam menyelenggarakan penerimaan peserta didik baru (PPDB) online tingkat sekolah menengah atas (SMA) pada tahun 2019.

Ada beberapa perubahan yang dilakukan Pemprov Jateng dalam menyelenggarakan PPDB SMA 2019. Perubahan itu terutama dalam memberikan kuota bagi peserta didik yang berprestasi.

Jika mengacu Pasal 16 Permendikbud No.51/2018 tentang PPDB Pada TK, SD, SMP, SMA, dan SMK, siswa berprestasi hanya mendapat kuota 5%. Namun, hal itu rupanya tak berlaku di Jateng. Siswa berprestasi pada PPDB SMA 2019 di Jateng akan mendapat kuota lebih banyak, sekitar 10-20%.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menegaskan pihaknya sudah konsultasi dengan kementerian untuk membuat petunjuk teknis yang disesuaikan dengan kearifan lokal terkait banyaknya siswa yang berprestasi.

"Karena di beberapa titik terbatas akses sekolahnya, kita berlakukan besaran persesntase di zona itu. Siswa berprestasi akan mendapatkan dua zona. Ketika keluar daerah, dia menggunakan ketentuan Permendikbud sejumlah 10%. Kalau di dalam zona, kalau banyak ketersediaan sekolah, kita pertimbangkan sampai 20%,” ujar Ganjar dalam keterangan resmi.

Ganjar juga menyatakan, ada beberapa daerah yang terjadi kekurangan siswa. Saat ini pihaknya sedang meminta data base, sehingga bisa memotret daerah mana saja yang nanti bisa menyerap siswa.

"Kita berikan keleluasaan di zona masing-masing. Kalau mereka merasa memiliki prestasi bagus, bisa memilih sekolah terdekat. Dan pasti mendapatkan prioritas masuk. Potensi sekolah kosong dari laporan yang saya terima ada di Wonogiri, Purbalingga dan Kendal,” ujarnya.

Ganjar pun meminta kepada dinas untuk segera membuat informasi cara pendaftaran, zonasi agar masyarakat atau para orangtua tidak kebingungan.

Telkom pun membantu para calon siswa dengan menyediakan 140 server. Pendaftaran pun bisa dilakukan di rumah, melalui wifi corner atau datang ke kantor Telkom terdekat. "Ini bukan aplikasi, tetapi berbasis web (web base). Memakai handphone juga bisa," imbuhnya.

Ganjar mengatakan alasan memberikan kesempatan lebih luas kepada siswa berprestas. Selain sebagai bentuk penghargaan, kebijakan tersebut juga dilakukan untuk mempercepat pemerataan mutu pendidikan di Jateng.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Jumeri, mengatakan budaya kompetisi yang sehat harus dibangun agar memotivasi siswa semakin tekun belajar, meningkatkan kreatifitas, inovatif dan kapasitasnya.

"Siswa berprestasi dapat diberikan peran sebagai partner dalam peningkatan pembelajaran di lingkungan sekolah. Untuk itu, pemerintah menjamin pelayanan pendidikan siswa yang berprestasi," jelasnya.

Dijelaskan pula, untuk siswa berprestasi akan langsung lolos dalam dan di luar zona jika mendapatkan juara 1, 2, 3 lomba internasional dan juara 1 lomba tingkat nasional. Dengan catatan, lomba yang diikuti berjenjang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya