Kecanduan Game, Puluhan Anak di Semarang Kena Gangguan Mental

Ilustrasi bermain game online. (Lifehack)
19 Juni 2019 06:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Dampak negatif bermain game online tak hanya membuat anak kecanduan. Keseringan bermain game online yang biasanya diunduh melalui gawai rupanya juga bisa membuat anak mengalami gangguan mental.

Hal itu disampaikan Wakil Direktur Medik Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Amino Gondohutomo, Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Erlina Rumanti, kepada wartawan di Semarang, Selasa (18/6/2019).

Erlina bahkan mengaku sejak dua bulan terakhir pihaknya banyak menerima laporan dari sejumlah orang tua yang mengeluh adanya perubahan perilaku anak-anak mereka di rumah akibat kecenderungan bermain game online.

“Saat ditegur, si anak berontak dan bahkan marah-marah tak terkendali. Kemudian ada juga yang mengeluhkan prestasi anaknya di sekolah merosot drastis. Itu yang dikhawatirkan mereka. Lalu beberapa anak dibawa kemari untuk menjalani pemeriksaan,” ujar Erlina.

Ia mengatakan jumlah anak yang dibawa berobat ke rumah sakitnya tak kurang ada 20 orang. Rata-rata mereka berusia 19 tahun ke bawah.

“Kalau yang paling banyak menghuni RSJ Amino pasien laki-laki berusia 20-50 tahun. Rata-rata mengalami masalah ekonomi, menjadi pengangguran, atau faktor keluarga. Tapi, baru-baru ini yang menjalani terapi karena mengalami gangguan mental karena pengaruh game yang ada di handphone sehingga mempengaruhi tingkat emosional, di mana dia jadi mudah marah, perilaku tertutup, dan mengabaikan teguran orang tua,” ujarnya.

Pihaknya menyarankan kepada orangtua yang menemukan gejala gangguan mental tersebut supaya segera memeriksakan anaknya ke rumah sakit. Pemeriksaan dini, katanya bisa menanggulangi penyakit yang menjurus ke arah lebih serius.

Apalagi, WHO resmi memasukan perilaku kecanduan game ke dalam versi terbaru International Classification of Diseases (ICD) Internasional. "Perilaku yang adiktif seperti bermain game lebih dari tiga jam, saat ini telah didefinisikan dalam gejala gangguan mental. Ini juga sesuai apa yang disampaikan oleh WHO," tuturnya.

Pihaknya saat ini telah membuat aplikasi bernama 'Sidewa' yang bisa dimanfaatkan untuk melayani konsultasi gangguan kejiwaan dan mental secara online. "Aplikasinya tinggal diunduh di app store, dan kita bisa mengecek gangguan mental maupun kejiwaan secara dini lewat aplikasi tersebut," tutur Erlina.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya