2 Hari Tak Pulang, Lelaki Temanggung Mengapung Tanpa Busana di Saluran Irigasi

Tim SAR evakuasi korban meninggal dunia di saluran irigasi Desa Lungge, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (18/6 - 2019). (Antara/BPBD Kabupaten Temanggung)
19 Juni 2019 01:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, TEMANGGUNG — Herman Santoso, 46, warga Ling Sroyo, Kelurahan Madureso, Temanggung ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mengapung tanpa busana di saluran irigasi Desa Lungge, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (18/6/2019).

"Semula saya dapat informasi dari warga, kemudian saya ikut melihat di lokasi ditemukannya mayat tersebut, sudah mulai mengeluarkan bau tidak sedap," kata warga Lungge, Budi, di Temanggung, Selasa.

Dia mengatakan warga sempat terkejut dengan penemuan mayat tersebut. Warga juga mengaku takut jika mayat yang ditemukan itu adalah korban tindak kejahatan. Namun, setelah ditelusuri mayat tersebut warga desa tetangga.

Adik korban, Handoko, menuturkan bahwa kakaknya sudah dua hari tidak pulang. Pihak keluarga sudah berusaha mencari korban dengan berbagai cara.

"Memang dua hari sudah tidak pulang ke rumah, kami sempat kaget saat dikabari bahwa kakak kami ditemukan meninggal di saluran irigasi Desa Lungge," katanya.

Menurut keterangan sejumlah warga di Desa Lungge, kakak kandungnya tersebut terakhir terlihat sedang mandi di saluran irigasi tersebut. Namun, warga tidak mengetahui bahwa Herman Susanto sudah tidak pulang selama dua hari.

"Setelah dievakuasi, lalu kami sekeluarga sepakat jenazah kami minta untuk dimakamkan," katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Gito Walngadi menuturkan setelah mendapatkan laporan ada penemuan mayat di irigasi tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian. "Jenazah langsung dievakuasi dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga," katanya.

Kasubbag Humas Polres Temanggung AKP Henny Widiyanti mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap korban, tidak ditemukan bekas penganiayaan. Korban diperkirakan meninggal karena tenggelam di irigasi tersebut. "Dari keterangan keluarga, korban mengidap kelainan jiwa, kemungkinan saat mandi di saluran irigasi itu tenggelam dan tidak ada warga yang mengetahui," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara