Lebaran, Volume Sampah di Semarang Naik 30%

Sapi memakan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Semarang, beberapa waktu lalu. Volume sampah di TPA Jatibarang meningkat saat Lebaran 2019. (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
19 Juni 2019 20:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang mencatat adanya peningkatan volume sampah sekitar 30% selama masa libur Lebaran 2019.

Kepala DLH Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono, mengatakan selama masa libur Lebaran volume sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang rata-rata mencapai 1.200-1.300 ton per hari.

“Jumlah itu lebih banyak dibanding rata-rata volume sampah yang kami angkut per harinya. Biasanya itu, rata-rata sampah yang diangkut ke Jatibarang itu sekitar 900-1.000 ton per hari. Tapi, kemarin pas Lebaran naik menjadi sekitar 1.200-1.300 ton per harinya,” ujar Sapto saat dihubungi Semarangpos.com, Rabu (19/6/2019).

Peningkatan volume sampah itu, lanjut Sapto, lebih dikarenakan bertambahnya aktivitas penduduk saat masa libur Lebaran. Selain itu, jumlah penduduk yang ada di ibu kota Jateng itu juga bertambah seiring datangnya para pemudik dari luar kota.

“Menurut saya jumlah sebanyak itu masih wajar. Wajar kalau meningkat, kan aktivitas manusianya juga bertambah,” imbuhnya.

Kendati demikian, Sapto masih menyayangkan perilaku warga yang tidak membuah sampah secara benar. Petugas kebersihannya masih menemukan banyaknya sampah yang dibuang secara sembarang atau tidak ditaruh sesuai peruntukkannya.

“Mungkin yang masih perlu ditingkatkan adalah kepedulian masyarakat membuang sampah pada tempatnya. Mereka belum bisa membedakan mana sampah yang organik dan non-organik,” tutur Sapto.

Selain itu, Sapto juga mengimbau kepada masyarakat di Kota Semarang untuk mengubah pola hidup yang sangat bergantung dengan plastik. Warga diminta untuk mulai tidak mengonsumsi minuman dari botol plastik yang sekali pakai. Selain itu, warga juga diminta untuk menggunakan kantong belanja yang bisa dipakai berulangkali dibanding menggunakan kantong dari plastik.

“Kita sudah gencarkan sosialisasi dan kampanye, terutama di instansi-instansi agar dibudayakan membawa tumbler untuk wadah air minum. Jangan mengonsumsi air dari botol plastik yang sekali pakai. Itu sebagai upaya kami mengurangi sampah plastik di Kota Semarang,” beber Sapto.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya