Bisnis Farmasi di Semarang Tumbuh 12%

Ilustrasi toko obat. (dok. Solopos)
21 Juni 2019 06:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Bisnis farmasi dan obat-obat kesehatan di Kota Semarang memperlihatkan prospek yang cukup menjanjikan. Hal itu dibuktikan dengan pertumbuhan bisnis obat-obat kesehatan di ibu kota Jawa Tengah (Jateng) tersebut.

Salah satu distributor produk kesehatan, PT Enseval Putra Megatrading Tbk. bahkan menyebut pertumbuhan bisnisnya pada 2018 lalu cukup memuaskan.

“Pertumbuhan bisnis farmasi di Semarang cukup menjanjikan. Selama 2018, kita alami pertumbuhan hingga 12% dibanding tahun lalu,” ujar Area Business Manager Enseval Kota Semarang, Akhmad Arifin, kepada wartawan di Hotel MG Setos, Semarang, Rabu (19/6/2019).

Senada dengan Arifin, Kepala Komunikasi Eksternal PT Kalbe Farma Tbk., Hari Nugroho, menyebut pertumbuhan bisnis farmasi dan produk kesehatan mengalami prospek yang cukup menjanjikan. Bahkan, pertumbuhan itu tak hanya terjadi di Semarang, tapi di seluruh Indonesia.

“Kalau secara nasional, pertumbuhan bisnis produk kesehatan kami mencapai 47,6%,” tuturnya.

Kendati tumbuh pesat, bisnis distribusi obat masih kerap terganjal dengan sedikitnya penjual obat eceran yang belum mengantongi izin usaha. Alhasil, banyak produk yang beredar di masyarakat masih disangsikan keasliannya.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, dr. Noegroho Edy Rijanto, memprediksi ada ratusan toko atau penjual obat secara eceran di wilayahnya. Namun, dari jumlah sebanyak itu baru 44 toko yang mengantongi izin usaha.

“Kita enggak tahu jumlah pastinya. Tapi ada kemungkinan ratusan. Tapi yang baru memiliki izin cuma 44 toko,” tuturnya.

Menyikapi hal ini, PT Enseval dan Kalbe Farma pun menggelar pendampingan bagi mitra pelanggan untuk menyalurkan obat dengan menerapkan cara distribusi obat yang baik (CDOB). Salah satu upaya itu yakni dengan melakukan pendampingan dalam pengurusan izin, baik dari DKK Semarang maupun Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

“Enseval ingin membantu jaringan distribusinya, khususnya pelanggan yang menjual produk obat, untuk memiliki ijin usaha sehingga mereka secara sah dapat menjual obat dengan baik sesuai persyaratan yang telah ditetapkan,” kata Presiden Direktur Enseval, Djonny Hartono Tjahyadi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya