Setelah Sunan Kuning, Ini Lokalisasi Sasaran Pemkot Semarang Berikutnya…

Ilustrasi prostitusi. (Solopos - Whisnupaksa)
22 Juni 2019 20:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menindaklanjuti instruksi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar Indonesia Bebas Prostitusi 2019 rupanya tidak berhenti di Sunan Kuning.

Pemkot Semarang juga berencana menutup kawasan prostitusi atau lokalisasi lain di Semarang, yakni Gambilangu, yang terletak di perbatasan antara Kota Semarang dengan Kabupaten Kendal, tepatnya di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu.

Rencana penutupan Gambilangu itu disampaikan Kepala Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kota Semarang, Fajar Purwoto, seusai menggelar pertemuan dengan penghuni Sunan Kuning di Balai RW 004 Kelurahan Kalibanteng Kulon, Semarang Barat, Selasa (18/6/2019).

“Kenapa Gambilangu kita tutup, supaya yang di sini [wanita pekerja seks atau WPS] tidak meri [iri]. Nanti kami akan surati Bupati [Kendal] dan Kepala Satpol PP-nya, agar Gambilangu juga ditutup,” ujar Fajar.

Fajar proses penutupan Gambilangu akan dilakukan secara bertahap. Sebelum penutupan dilakukan, Pemkot Semarang akan lebih dulu melakukan sosialisasi dengan para WPS maupun muncikari di Gambilangu.

“Rabu atau Selasa [pekan depan] mungkin akan kita rapatkan di sana,” ujar Fajar.

Sementara itu, Ari Istiadi, dari Lentera Asa, LSM yang biasa menangani para WPS di Semarang menyebutkan Gambilangu merupakan lokalisasi yang secara administratif terletak di dua wilayah, yakni Kota Semarang dan Kabupaten Kendal.

Di Kota Semarang, lokalisasi itu terletak di wilayah Mangkang dan terdiri dari tiga rukun tetangga (RT).

“Total ada 120 WPS di Gambilangu yang secar administrasi bermukim di wilayah Kota Semarang. Dari WPS sebanyak itu mereka bermukim di 80 wisma [rumah bordil],” ujar Ari.

Sementara itu, penutupan Sunan Kuning sebagai lokalisasi atau bisnis prostitusi bakal dilakukan pertengahan Agustus nanti atau mulai tanggal 15. Fajar menyatakan penutupan akan digelar secara bertahap dan ditargetkan bulan September kawasan tersebut sudah terbebas dari praktik prostitusi.

“Kalau keinginan warga agar tempat karaoke tetap berjalan akan kami pertimbangkan. Menunggu instruksi Pak Wali [Kota Semarang]. Akan kita rapatkan lagi Kamis [27/6/2019],” ujar Fajar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya