Jl. Sunan Kudus di Kudus Bakal Disulap Bagai Malioboro

Suasana siang hari Jl. Sunan Kudus, Kudus, Jawa Tengah yang diwacanakan dijadikan kawasan mirip kawasan Jl. Malioboro, Kota Jogja, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat, (21/6 - 2019). (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
22 Juni 2019 22:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Pemerintah Kabupaten Kudus akan menata kawasan Jl. Sunan Kudus, Kudus, Jawa Tengah yang selama ini menjadi tempat kuliner malam hari menjadi lebih menarik dengan sarana dan prasarana umum lebih lengkap selayaknya Jl. Malioboro, Kota Jogja, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Terkait wacana untuk menata Jl. Sunan Kudus agar mirip kawasan Malioboro, sudah kami tindak lanjuti dengan membuat konsep penataannya, khususnya untuk rekayasa angkutan jalan dan lalu lintas di daerah setempat," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Abdul Halil di Kudus, Jawa Tengah, Jumat (21/6/2019).

Ia mengatakan konsep tersebut akan ditindaklanjuti dengan studi akademiknya dengan menggandeng pihak ketiga guna memastikan ketika direalisasikan, maka penataan angkutan serta rekayasa lalu lintasnya seperti apa. Nantinya, kata dia, di kawasan tersebut juga akan disediakan kawasan city walk mulai dari Jl. Ramelan dan Jl. Sunan Kudus.

Sesuai keinginan Bupati Kudus Muhammad Tamzil soal adanya kawasan kuliner pada malam hari yang nyaman untuk pengunjung, pada tahap pertama akan dimaksimalkan di Jl. Sunan Kudus mulai dari Alun-Alun Kudus hingga Jembatan Sungai Gelis. Melalui studi akademik tersebut, juga akan diketahui apakah kawasan tersebut memungkinkan diberlakukan penutupan arus lalu lintas berbatas waktu atau pemberlakuan satu arah berbatas waktu atau ditutup sama sekali untuk semua jenis kendaraan dalam waktu tertentu.

"Ada banyak opsi yang bisa dipilih dalam rangka membuat kawasan tersebut benar-benar nyaman untuk pengunjung yang ingin menikmati kuliner khas Kudus maupun kepentingan lainnya," ujarnya.

Pedagang kaki lima yang selama ini berjualan di kawasan Simpang Tujuh juga memungkinkan ditampung di kawasan tersebut sehingga semakin ramai karena terdapat banyak PKL dengan pilihan makanan yang berbeda-beda. Dalam pengembangan kawasan Jl. Sunan Kudus yang mirip Jl. Malioboro, katanya, juga melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) lain, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus untuk sarana dan prasarana fisik serta Dinas Perdagangan Kudus untuk penataan PKL.

Sepanjang Jl. Sunan Kudus, Kudus, Jateng merupakan kawasan perdagangan pada siang hari, sedangkan malam harinya dilanjutkan dengan kuliner khas Kudus, seperti lontong tahu khas Kudus serta ada kuliner lainnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara