Pemprov Dukung Restorasi Pesisir Jateng, Apa Langkah Konkretnya?

Sekda Jateng Sri Puryono. (Antara/Wisnu Adhi)
23 Juni 2019 04:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung berbagai upaya yang dilakukan banyak pihak untuk melakukan restorasi kawasan pesisir di beberapa daerah. "Program restorasi memberikan dampak positif pada upaya penyelamatan kawasan pesisir, khususnya ekosistem mangrove [bakau]," klaim Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (21/6/2019).

Menurut Sekda Sri Puryono, kawasan pesisir mesti dikelola sebaik mungkin demi kesejahteraan masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut. Di Jateng, papar dia, terdapat 17 daerah yang memiliki kawasan pesisir dengan beragam potensi sumber daya hayati dan nonhayati, termasuk Kota Semarang.

Perda Provinsi Jawa Tengah Nomor 13 Tahun 2018 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2038 menyebutkan Jateng memiliki garis pantai sepanjang 971 km yang terdiri atas 645 km garis pantai utara dan 326 km garis pantai selatan. "Kekayaan sumber daya alam laut dan kawasan pesisir Jateng dengan keindahan dan keasriannya menjadi sektor yang berpotensi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Sekda, Pemprov Jateng terus membangun, memanfaatkan, dan mengeksplorasi potensi kekayaan sumber daya alam laut dan kawasan pesisir serta pulau-pulau kecil untuk kesejahteraan masyarakat Jateng serta terus melakukan perbaikan kawasan bakau. Sekda memberikan beberapa catatan yang perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan kawasan pesisir bakau, antara lain mengoptimalkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan implementasi pengelolaan, pengembangan yang ramah lingkungan.

Kemudian, pemantapan koordinasi antarlembaga, dan sinergi lintas sektor, serta mengoptimalkan fungsi kelembagaan pemerintah dan masyarakat untuk membangun tata ekosistem bakau daerah yang terintegrasi. "Pengelolaan kawasan pesisir, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha, dan komunitas peduli lingkungan," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara