Tak Gunakan Sistem Zonasi, PPDB SMK di Jateng Terapkan Jalur Prestasi

Tata cara pendaftaran PPDB SMK di Jateng. (Semarangpos.com/Diskominfo Jateng)
23 Juni 2019 18:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Jawa Tengah (Jateng) pada tahun 2019 menerapkan sistem yang sedikit berbeda dengan sekolah menengah atas (SMA). Jika PPDB SMA menerapkan sistem zonasi, maka SMK menggunakan sistem seleksi berdasarkan nilai Ujian Nasional (UN) dan prestasi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Jumeri, mengatakan tidak adanya zonasi pada seleksi PPDB SMK mengacu Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 9/2019. Pada pasal 13 disebutkan jika seleksi calon peserta didik baru kelas 10 SMK tidak menggunakan jalur pendaftaran PPDB seperti SMA. Seleksi itu dilakukan dengan mempertimbangkan nilai UN dan kejuaraan bidang akademis atau nonakademis sesuai ketentuan petunjuk teknis yang diraih saat calon peserta didik duduk di bangku SMP atau sederajat.

“Calon peserta didik mendapat tambahan nilai kejuaraan. Nilai akhir merupakan penambahan pembobotan nilai UN dan nilai kejuaraan,” ujar Jumeri dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com, Sabtu (22/6/2019).

Jumeri menambahkan prestasi yang diterima itu bisa diraih secara perorangan atau kelompok, baik di bidang sains, olahraga, seni budaya, keteladanan, teknologi tepat guna, bela negara, nasionalisme, maupun pramuka. Dengan catatan, prestasi itu diraih dalam ajang atau kejuaraan yang digelar secara berjenjang dan berkelanjutan baik dari pemerintah maupun nonpemerintah yang kompeten.

Ditambahkan, prioritas diberikan kepada calon siswa peraih juara internasional, baik Juara I, II, III, serta Juara I nasional. Mereka akan langsung diterima di sekolah yang dipilih. Prestasi lainnya yang bisa diperhitungkan adalah Juara II dan III nasional, Juara I, II, III tingkat provinsi dan kabupaten/ kota, yang penilainannya telah ditentukan sesuai petunjuk teknis.

“Dalam hal ini,satuan pendidikan diberi kewenangan untuk menentukan piagam atau sertifikat sesuai ketentuan, dan diperbolehkan menguji calon peserta didik sesuai kejuaraan yang diperolehnya," tegasnya.

Perbedaan lainnya dengan PPDB SMA, yakni adanya kelonggaran kesempatan pada PPDB SMK. Kelonggaran itu, yakni calon peserta didik diberikan empat pilihan pada satu sampai empat satuan pendidikan, dengan ketentuan dalam bidang kompetensi keahlian yang sama.

“Jadi, kompetensi keahlian yang dipilih tidak boleh berbeda. Misalnya, kompetensi teknik komputer dan jaringan tidak boleh menambah pilihan dari kompetensi akuntansi dan keuangan lembaga, maupun tata boga,” terang mantan Kepala SMKN Bawen itu.

Dia juga mengingatkan agar masyarakat tak terkecoh dengan pihak tertentu yang menjanjikan bisa memasukkan anak ke sekolah yang dituju dengan imbalan tertentu. Sebab, PPDB SMA/ SMK Negeri di Jateng diselenggarakan tanpa dipungut biaya, dan dijamin dilakukan secara transparan.

“Semua mempunyai kesempatan dan peluang yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan di SMA/ SMK Negeri,” tegas Jumeri.

Calon peserta didik dapat memperoleh informasi pendaftaran dan/atau menyampaikan keluhan melalui Kontak Pengaduan di setiap Satuan Pendidikan Negeri, Kantor Cabang Dinas Pendidikan di 13 Wilayah yang sekaligus merupakan POSKO PPDB di masing-masing wilayah, atau melalui layanan pengaduan pada POSKO Induk melalui ppdb@jatengprov.go.id atau telepon 024-86041265. Informasi dan pendaftaran PPDB bisa mengakses https://ppdb.jatengprov.go.id.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya