Mahasiswa Undip Ubah Daun Jati Jadi Antiseptik

Tiga mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip, Susan Sitha Irma Yuhanita, Prasetyo Ardiansyah, dan Tituk Suselowati, mencoba produk penemuannya, antiseptik I/Care di laboratorium kampus, beberapa waktu lalu. (Semarangpos.com/Humas Undip Semarang)
25 Juni 2019 14:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Sebuah inovasi produk kesehatan diciptakan tiga mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Ketiga mahasiswa yang bernama Susan Sitha Irma Yuhanita, Prasetyo Ardiansyah, dan Tituk Suselowati, itu menciptakan cairan antiseptik dari ekstrak daun jati jalar merah, yang diberi nama I-Care: Antiseptik 2 in 1 (Handsanitizer dan Gel Putting).

Ketua tim, Susan Sitha Irma Yuhanita, mengklaim produk I-Care ciptaan timnya itu lebih higienis dan mampu menurunkan jumlah bakteri pada telapak tangan pemerah susu dan pencemaran bakteri dalam susu. Selain itu, produk tersebut juga mampu menjaga kesehatan kebersehan tangan dan kelenjar mammary pada sapi perah.

“Hasil penelitian di laboratorium kami, menunjukkan antiseptik I-Care dengan konsentrasi 0,02% ekstrak daun jati merah sudah terbukti efektif. Efektifnya sama dengan antiseptik komersial yang menggunakan povidone iodine 10% sebagai antibakteri untuk teat dipping,” terang Susan dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com.

Sementara itu, Tituk menerangkan inspirasi penelitian I-Care berawal dari kegelisahan mengamati perilaku peternak sapi yang hanya mencuci tangan dengan air bersih sebelum memerah susu. Tanpa disadari, perilaku itu belum membuat tangan sepenuhnya bersih dari bakteri sehingga menyebabkan bakteri pada puting sapi akan berkembang dan menyebabkan mastitis.

“Itu jelas akan merugikan peternak, karena susu yang dihasilkan bakal ditolak industry pengolah susu [IPS],” ujar Tituk.

Meski demikian, para peternak sapi terbiasa mencelupkan puting susu sapi ke dalam larutan antiseptik setelah proses pemerahan selesai untuk mencegah pencemaran bakteri. Hanya saja, sampai saat ini industri peternakan sapi perah masih banyak menggunakan antispetik sintetis yang biasanya meninggalkan residu kimia pada susu, yang berbahaya bagi kesehatan saat dikonsumsi.

“Itulah yang menginspirasi kami untuk menciptakan produk I-Care dan temuan ini akan kami ajukan dalam Program Kreativitas Mahasiswa 2019 tingkat nasional, mewakili Undip,” imbuh Tituk.

Anggota lainnya dalam tim penelitian itu, Prasetyo, berharap hadirnya I-Care membuat masyarakat, khususnya kalangan peternak lebih peduli pada kesehatannya maupun ternaknya. “Kami juga membuka diri untuk bekerja sama dengan perusahaan sejenis produk I-Care untuk mengembangkan produk ini agar dikenal luas. Apalagi ini merupakan antiseptik berbahan herbal yang aman bagi kesehatan,” ujar mahasiswa angkatan 2017 itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya