Jatah Siswa Berprestasi di Jateng, Tunggu Ganjar

Kepala Disdikbud Jateng, Jumeri, saat meninjau pelaksanaan verifikasi berkas PPDB di SMAN 1 Semarang, Selasa (25/6 - 2019). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
25 Juni 2019 20:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah (Jateng) meminta masyarakat bersabar menanti kepastian kuota yang akan ditetapkan dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat sekolah menengah atas (SMA) negeri pada tahun 2019.

Kepala Disdikbud Jateng, Jumeri, mengatakan saat ini petunjuk teknis tentang kuota siswa yang diterima dalam PPDB SMAN 2019 sudah dirumuskan dalam dalam peraturan gubernur (pergub). Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan kapan pergub itu akan diumumkan kepada publik.

“Saya kan prajurit ya istilahnya. Ya nanti menunggu perintah gubernur [Ganjar Pranowo]. Begitu di-SK [surat keputusan] akan kita tindaklanjuti sesuai dengan SK gubernur,” ujar Jumeri saat meninjau pelaksanaan PPDB SMAN 1 Semarang, Rabu (25/6/2019).

Kuota PPDB untuk SMAN di Jateng memang saat ini masih penuh dengan teka-teki. Jika mengacu revisi Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No.51/2019 tentang PPDB SD, SMP, SMA, dan SMK, siswa berprestasi diberikan kuota 5-15%.

Aturan ini mengalami perubahan dari sebelum yang hanya memberikan batasan kuota bagi siswa berprestasi 5%. Sementara, siswa dari jalur zonasi mendapat kuota 90% dan 5% sisanya untuk siswa dari jalur pindahan orang tua atau luar daerah.

Permasalahannya, sebelum revisi itu dikeluarkan pada Jumat (21/6/2019), Pemprov Jateng sudah memiliki petunjuk teknis (juknis) terkait pemberian kuota bagi siswa berprestasi.

Juknis itu menyebutkan jika siswa berprestasi akan mendapat kuota 10% jika mendaftar di sekolah yang berada di luar zonasinya dan 20% jika mendaftar di sekolah yang berada di dalam zonasi.

Kendati demikian, juknis itu belum pasti akan diterapkan pasca-keluarnya revisi Permendikbud. Jumeri mengatakan juknis itu bisa diterapkan setelah pergub turun.

“Mudah-mudahan sore [Selasa] nanti, pergub dengan juknis baru sudah turun,” ujar Jumeri.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, hingga saat ini belum bisa dimintai keterangan. Informasi yang diterima Semarangpos.com, Ganjar saat ini masih berada di luar negeri.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya