Tarif Lebih Murah, Asperindo Jateng Dorong Lebih Banyak Maskapai Asing

Ilustrasi aktivitas pesawat kargo memuat logistik. (Bisnis/Istimewa)
27 Juni 2019 22:50 WIB Yudi Supriyanto Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Express Pos dan Logistik Indonesia Jawa Tengah mendesak pemerintah merealisasikan operasional lebih banyak maskapai asing di Indonesia. Alasannya, tarif maskapai asing lebih rendah ketimbang maskapai dalam negeri.

Ketua Asperindo Jateng Tony Winarno meyakini tarif surat muatan udara (SMU) yang akan diberlakukan oleh maskapai asing tersebut akan lebih rendah dibandingkan dengan maskapai dalam negeri.  Menurutnya, maskapai asing yang telah beroperasi di dalam negeri memiliki tarif SMU lebih murah dibandingkan dengan beberapa maskapai dalam negeri.

“Saya mendesak Presiden Joko Widodo merealisasikan maskapai asing masuk Indonesia segera,” kata Tony kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Rabu (26/6/2019).

Dia menjelaskan tarif surat muatan udara yang ada saat ini dinilainya masih mahal dan telah memukul para pelaku usaha yang menggunakan jasa pengusaha express pos dan logistik di Jawa Tengah. Menurutnya, salah satu pelaku usaha yang menggunakan jasa kiriman express pos dan logistik di Jawa Tengah adalah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dia menuturkan, tarif surat muatan udara yang dimiliki oleh maskapai asing yang telah beroperasi di dalam negeri memiliki perbedaan hingga 42% lebih murah dibandingkan dengan tarif maskapai dalam negeri. “Jadi, mending kita undang apa yang presiden rencanakan, segera merealisasikan,” katanya.

Dia menambahkan, pemerintah provinsi Jawa Tengah sedang melakukan pengembangan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Para UMKM yang tengah dikembangkan akan percuma jika bagian hilirnya tidak dipikirkan karena produk-produk UMKM harus dikirimkan.

Nilai pengiriman yang dilakukan para pelaku usaha dari e-commerce dari Jawa Tengah ke seluruh Indonesia, klaimnya mencapai Rp40 miliar dalam satu bulan. Sementara nilai yang masuk ke Jawa Tengah dua kali lipatnya atau mencapai Rp80 miliar.

“Kalau sekarang Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo gencar melakukan inkubasi UMKM di hulu, namun di hilir tidak dipikirkan percuma saja. Pengiriman tidak dipikirkan percuma,” katanya.

Saat ini, lanjutnya para pelaku usaha yang tergabung dalam Asperindo lebih memilih menggunakan angkutan barang truk ketimbang menggunakan kargo udara dalam melakukan pengiriman. “Sekarang kita mengalihkan, satu pakai darat. Kedua laut, ketiga udara menggunakan maskapai asing,” katanya.

Dia mengingatkan, penurunan pengiriman menggunakan kargo udara juga berpotensi membuat pendapatan bandara mengalami penurunan karena salah satu pendapatan berasal dari pajak yang dikenakan ketika menggunakannya. Saat ini, dia mengklaim, banyak pembeli yang melakukan penundaan untuk melakukan pembelian beberapa produk lantaran ongkos kirim yang mengalami kenaikan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis