Undip Semarang Tambah 2 Guru Besar

Proses pelantikan dua guru besar Undip di Gedung Prof. Sudhiarto, Kampus Undip, Tembalang, Semarang, Kamis (27/6 - 2019). (Semarangpos.com/Humas Undip)
02 Juli 2019 06:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menambah daftar guru besar yang dimiliki. Total saat ini Undip memiliki 125 guru besar di berbagai bidang ilmu. 

Tambahan dua guru besar Undip itu berasal dari Fakultas Teknik, yakni Prof. Dr. I Nyoman Widiasa, ST, MT, dari Teknik Kimia, dan Prof. Dr. Ir. Sri Sangkawati, M.S. dari Teknik Sipil.

Kedua guru besar itu dilantik di Gedung Prof. Sudharto, Kampus Undip, Tembalang, Semarang, Kamis (27/6/2019).

Rektor Undip, Prof. Yos Johan Utama, mengatakan jabatan guru besar merupakan jabatan akademik tertinggi dalam dunia pendidikan. Meski demikian, gelar itu tidak cukup jika tidak disertai dengan karya-karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Sebagai seorang ilmuwa, Prof. Sri Sangkawati telah berusaha menemukan berbagai inovasi agar terdapat keserasian antara lahan, air dan manusia dalam pengelolaan daerah aliran sungai agar lebih baik bagi umat manusia, Sementara Prof. Nyoman juga mengembangkan inovasi dalam bidang teknik kimia, yakni dengan pemanfaatan teknologi membran untuk pengolahan air dan daur ulang air limbah di Indonesia. Hal itu tentu merupakan upaya konservasi agar manusia mendapatkan air yang lebih baik,” ujar Yos dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com, Sabtu (29/6/2019).

Dalam pengukuhan ini, Prof. Nyoman menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul Teknologi Membran Untuk Pengolahan Air dan Daur Ulang Limbah di Indonesia.

Nyoman mengatakan selama ini banyak yang berpendapat solusi permasalahan krisis air tawar adalah reboisasi hutan, penghentian illegal logging, dan mencegah pemanasan global. Namun, upaya itu akan membutuhkan waktu yang sangat panjang.

Dalam jangka pendek, lanjut Nyoman, pembatasan jumlah pemakaian air dapat menjadi solusi terhadap minimnya ketersediaan air bersih. Keberadaan teknologi membran mempunya peran strategis untuk menjawab permasalahan krisis air yang dihadapi dunia saat ini dan masa yang akan datang.

"Teknologi membran telah terbukti efektif untuk memisahkan berbagai kontaminan seperti  partikel, kekeruhan, cysts, bakteri, virus, warna, senyawa organik, disinfection by-product (DBP) precursors, dan padatan terlarut. Untuk produksi air minum, teknologi membran dapat memberikan jaminan kualitas yang konsisten. Teknologi membran memungkinkan konversi air payau atau air laut menjadi air tawar. Untuk pengolahan air limbah, teknologi membran dapat mengubah konsep pengolahan dari pemenuhan baku mutu menjadi recycle atau reuse,” jelasnya.

Sedangkan Prof. Sri Sangkawati menyampaikan pidato pengukuhan mengenai dengan judul Keserasian Lahan-Air-Manusia dalam Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya