Bukalapak Siapkan Fitur Bayar Pajak Kendaraan Bermotor untuk Jateng

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky meninjau stan warung mitra Bukalapak saat Perayaan HUT ke-9 Bukalapak di Jakarta, Kamis (10/1 - 2019). (Antara/Puspa Perwitasari)
02 Juli 2019 04:50 WIB Deandra Syarizka Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA — Bukalapak bekerja sama dengan tiga pemerintah provinsi untuk menyediakan kanal pembayaran pajak di platform aplikasi dan situs web. Setelah menjalin kerja sama pembayaran pajak kendaraan bermotor dengan Pemprov Jabar, kini Bukalapak tengah menyiapkan fasilitas serupa untuk Pemprov Jateng dan Jatim.

Demikian diungkapkan Associate Vice President of Public Policy and Government Relations Bukalapak Bima Laga. Bukan hanya itu, dalam waktu dekat, perusahaan e-commerce yang didirikan oleh Achmad Zaky tersebut juga akan meluncurkan fitur pembayaran pajak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) secara nasional.

“Kami membuka segala kesempatan untuk kerja sama dengan pemerintah, baik provinsi, daerah maupun nasional. Kami sedang menjajaki pembayaran pajak UMKM. Mudah-mudahan dalam waktu dekat pembayaran pajak nasional bisa dilakukan melalui Bukalapak,” ujarnya, belum lama ini.

Dia menambahkan, sejak pertama kali dirilis pada awal tahun lalu, sudah cukup banyak masyarakat yang menggunakan layanan ini untuk melunasi pajak kebdaraan bermotor di Jawa Barat. Bahkan, sejumlah pengguna disebut tak ragu untuk membayar pajak mobil mewah melalui platform itu.

Dengan sambutan yang positif, Bukalapak pun tengah menjajaki kerja sama serupa dengan pemerintah lain seperti Jateng dan Jatim. Kerja sama dengan kedua pemprov ini diharapkan dapat mulai terjalin pada kuartal ketiga tahun ini. Setelah kedua provinsi tersebut, pihaknya juga menjajaki kerja sama dengan pemprov dari luar Jawa seperti Sumatra Utara.

Bagi Bukalapak, ujarnya, kolaborasi dengan pemerintah seperti ini berpotensi mendatangkan pengguna baru bagi platformnya. Dia menyebut sejak adanya fitur pelayanan publik, basis penggunannya di Jawa Barat meningkat. Meski demikian, pihaknya tidak memerinci berapa banyak peningkatan yang dimaksud.

Benefit pertama adalah user base, tadinya orang belum install Bukalapak setelah bayar pajak bisa online mereka jadi install. Kalau untuk keuntungan lainnya seperti fee based tidak banyak,” ujarnya.

CEO Bukalapak Achmad Zaky melihat adanya peluang untuk sinergi antara platform dagang-el dengan pemerintahan. Dia menilai pemerintahan merupakan sektor yang sangat menarik untuk pengembangan bisnisnya. Oleh karena itu, pengembangan e-government menjadi salah satu fokus bisnis perusahaan tahun ini, di samping dagang-el dan modernisasi warung melalui program Mitra Bukalapak.

“Kami harapkan ke depannya mengurus KTP dan akta kelahiran bisa dari aplikasi Bukalapak. Ini sektor yang menurut saya sangat menarik, kehadiran teknologi seharusnya bisa membuat hidup kita lebih baik,” ujarnya

Lebih lanjut, Zaky menyatakan pertumbuhan industri dagang-el di Indonesia masih sangat tinggi. Dia menyebut pada tahun lalu bisnis perusahaannya dapat tumbuh tiga kali lipat, sedangkan pada tahun ini diharapkan dapat tumbuh dua kali lipat.  Meski demikian, pihaknya enggan memerinci valuasi maupun GMV [Gross Merchandise Value] perusahaan saat ini.

“Mudah-mudahan tahun ini bisa jadi decacorn. Tahun kemarin kami tumbuh tiga kali lipat. Industri e-commerce masih tumbuh gila,” ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis