Nelayan Batang Diajak ke PLTU, HNSI Bela BPI

Nelayan Roban Barat dan Roban Timur Kabupaten Batang berkunjung ke PLTU Batang, Senin (1/7 - 2019). (Antara/Kutnadi)
02 Juli 2019 15:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, BATANG — Nelayan Roban Barat dan Roban Timur, Kabupaten Batang, Jawa Tengah berkunjung ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Batang. Kunjungan para nelayan itu sebagai upaya PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) untuk memberikan kejelasan pembangunan PLTU sehingga mereka menerima informasi yang tepat dengan kepentingan perusahaan itu.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Batang, Teguh Tarmujo, di Batang, Jawa Tengah, Senin (1/7/2019), menegaskan kunjungan itu dilakukan agar nelayan Roban tidak terprovokasi dengan informasi yang menyebabkan sikap penolakan terhadap proyek tersebut. Informasi terkait pembangunan PLTU berkapasitas 2 x 1.000 megawatt (MW) itu diklaim disampaikan oleh kelompok atau orang yang tidak bertanggung jawab.

Teguh Tarmujo mengatakan untuk menghindari tersebarnya informasi yang merugikan, para nelayan diberikan peluang berkunjung dan mendapat keterangan dari pimpinan PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) selaku pengembang proyek ketenagalistrikan terbesar se-Asia Tenggara itu. "Setelah para nelayan berkunjung ke lokasi PLTU diharapkan bisa mengerti kondisi dan keadaan sebenarnya karena selama ini mereka hanya menerima informasi sepihak dari kelompok maupun orang yang tidak bertanggung jawab," tukasnya.

Menurut dia, program kunjungan ini sangat bermanfaat bagi semua belah pihak, baik PT BPI, masyarakat desa terdampak, maupun nelayan Roban Barat dan Roban Timur. "Kunjungan ke lokasi proyek PLTU tersebut sekaligus sebagai upaya menyinergikan dan menyeimbangkan informasi yang beredar untuk mengantisipasi gejolak di masyarakat," katanya.

Bambang Wagino, salah seotang nelayan Roban, mengatakan para nelayan merasa puas dan senang dapat berkunjung ke lokasi PLTU karena mereka bisa melihat nyata proses pembangunan PLTU serta mendapatkan informasi secara langsung dan akurat dari pemrakarsa pembangunan PLTU. "Kami senang bisa melihat PLTU langsung dan dijelaskan dari narasumbernya serta berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh masyarakat. Setelah melihat secara langsung proses pembangunan dan mendapatkan informasi yang akurat dari pemilik PLTU bahwa PT BPI komitmen terhadap pengelolaan lingkungan," katanya.

General Manager External Relation PT BPI Ary Wibowo menjelaskan PLTU Batang berkapasitas 2 x 1.000 MW ini menggunakan teknologi tinggi ramah lingkungan yaitu ultra super critical (USC) yang sistem pengolahan gas buangnya dapat meminimalkan gas emisi/dispersi sehingga ramah lingkungan. "Hal terpenting lagi, adalah keterlibatan masyarakat dalam menjaga kondisi sosial. Keterbukaan informasi dan kemudahan akses informasi selalu kami coba berikan kepada masyarakat lokal dan pemerintah melalui kegiatan sosialisi seperti sosialisasi kepada para nelayan setempat," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara