Antrean Jemaah Haji di Semarang Capai 24 Tahun

Sejumlah warga mendaftar ibadah haji di Kanwil Kemenag Kota Semarang, Selasa (2/7 - 2019). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
03 Juli 2019 16:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang menyebut jumlah calon jemaah haji di Kota Semarang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Bahkan, masa antrean calon jemaah haji di ibu kota Jawa Tengah (Jateng) itu saat ini mencapai 24 tahun.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Kota Semarang, Sumari, saat dijumpai Semarangpos.com di kantornya, Jl. Untung Suropati, Manyaran, Selasa (24/7/2019).

“Kalau mendaftar sekarang masa tunggunya mencapai 24 tahun. Artinya, baru bisa diberangkatkan nanti tahun 2043. Kalau yang prioritas atau bisa segera diberangkatkan, usianya minimal 75 tahun,” ujar Sumari.

Meski demikian, masa tunggu itu masih berpeluang berubah menjadi lebih singkat, tergantung situasi dan kondisi calon jemaah haji lainnya. Biasanya, ada calon jemaah lain yang mendadak batal berangkat. Kuota yang kosong itu pun bisa diisi oleh antrean yang ada di bawah.

Sumari mengaku lamanya masa antrean itu dipengaruhi oleh banyaknya warga yang mendaftar untuk menjalani ibadah haji. Setiap hari ada sekitar 30-40 orang yang mendaftar untuk menjalankan rukun Islam yang ke-5 itu.

“Jika dicermati setiap hari rata-rata ada 30-40 orang yang mendaftar haji di Semarang. Biaya pendaftarannya sekitar Rp25 juta. Itu dibayarkan ke bank,” terang Sumari.

Sumari mengatakan tahun 2019 ini, total ada 1.931 calon jemaah haji dari Semarang yang akan berangkat ke tanah suci. Mereka rata telah mendaftar delapan tahun lalu atau pada tahun 2011.

“Itupun enggak semua yang mendaftar tahun 2011 diberangkatkan. Khusus yang mendaftar sebelum Oktober 2011. Kalau yang mendaftar di akhir 2011, ikut antrean yang 24 tahun juga,” tutur Sumari.

Sumari menyebutkan dari 1.931 calon jemaah haji dari Kota Semarang yang berangkat tahun ini, mayoritas merupakan pekerja swasta atau berstatus wiraswasta, yakni sekitar 610 orang. Sementara itu, dari kalangan PNS mencapai 516 orang, dan ibu rumah tangga 377 orang.

Mereka dibagi delapan kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 83, 84, 85, 86, 87, 88, 89, dan 95. Kloter 83 menjadi yang pertama diberangkatkan pada 30 Juli nanti. “Tahun ini jumlah yang diberangkatkan ada sedikit peningkatan dibanding tahun lalu. Tahun lalu sekitar 1.919 orang, sekarang naik menjadi 1.931,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya