Neraca Perdagangan Jateng Membaik Jelang Tengah Tahun

Aktivitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan. (Bisnis)
03 Juli 2019 10:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Defisit neraca perdagangan Jawa Tengah semakin membaik. Hal tersebut dibuktikan dengan menurunya defisit dari US$446,41 juta pada bulan April menjadi US$313,72 juta. Koreksi neraca perdagangan itu dipicu meningkatnya nilai ekspor Jateng.

Kepala Badan Pusat Statistik Jaten Sentot Bangun Widoyono mengatakan neraca perdagangan Jawa Tengah  membaik seiring meningkatnya nilai ekspor Mei 2019 yang mencapai US$776,66 juta atau naik 11,81% dibanding ekspor April 2019. Begitu pula jika dibandingkan dengan nilai ekspor Mei 2018 (yoy) yang naik 1,40%. 

"Untuk ekspor nonmigas Mei 2019 mencapai US$775,03 juta, naik 13,14% dibanding April 2019. Begitu pula jika dibandingkan ekspor nonmigas Mei 2018,naik 3,27%," kata Sentot, Senin (1/7/2019).

Dia menjelaskan tiga negara tujuan ekspor nonmigas terbesar Mei 2019 adalah ke Amerika Serikat yang membukukan bilai ekspor US$261,95 juta, disusul Jepang dengan US$89,48 juta, dan Tiongkok dengan US$58,58 juta. Kontribusi ketiganya mencapai 52,78% dari total ekspor nonmigas Jateng. 

Sementara itu, lanjut dia, impor Jawa Tengah Mei 2019 tercatat US$1.090,38 juta atau turun 4,44% dibanding April 2019. Begitu pula jika dibandingkan Mei 2018 turun sebesar 20,97%. 

"Impor nonmigas Mei 2019 mencapai US$737,17 juta atau turun 13,43% dibandingkan April 2019. Begitu pula jika dibandingkan Mei 2018 turun sebesar 8,39%," jelasnya.

Dia menambahkan tiga negara pemasok barang impor nonmigas Jateng terbesar selama Mei 2019 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$356,78 juta, diikuti Jepang US$86,19 juta, dan Amerika Serikat US$52,35 juta. Kontribusi ketiganya dalam nilai import nonmigas Jateng mencapai 62,12%.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis