Jateng Siapkan 3 Lokasi Kawasan Industri Baru

Foto udara pembangunan tanggul rob di kawasan pesisir utara Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (3/7 - 2019). (Antara/Harviyan Perdana Putra)
06 Juli 2019 18:50 WIB Hafiyyan Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan tiga Kawasan Peruntukan Industri (KPI) baru. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) itu diusulkan dibangun di Kabupaten Brebes, Rembang, dan Kebumen.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Ratna Kawuri menyatakan KPI tersebut akan menjadi Kawasan Industri (KI) “Pemprov tentunya melihat dari atas, jangan sampai ada daerah yang tidak produktif. Setelah ada berbagai pertimbangan, muncul tiga wilayah itu [sebagai KI baru],” tuturnya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Jumat (5/7/2019).

Menurut Ratna, wilayah pantai utara (pantura) Jawa seperti Brebes dan Rembang cenderung sudah memiliki infrastruktur yang baik. Wilayah Rembang juga cocok untuk kawasan pelabuhan besar. Adapun, Kebumen dapat menjadi area perekonomian baru di wilayah pantai selatan (pansel) Jawa.

Hal tersebut sesuai arahan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, yang menginginkan adanya ekonomi yang inklusif. “Gubernur menginginkan tidak ada daerah yang tertingal. Jika Pantura bisa maju, maka Pansel juga harus bisa dibikin pusat pertumbuhan,” imbuhnya.

Nantinya pengembangan infrastruktur dapat berjalan paralel seiring dengan pembangunan KI baru. Jadi, tidak semua proyek diawali dengan infrastruktur dari pemerintah.

Secara garis besar, sambung Ratna, iklim investasi di Jateng terbilang baik. Pada kuartal I/2019, realisasi investasi Jateng mencapai Rp21,42 triliun, dengan perincian Penanaman Modal Asing Rp11,65 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp9,76 triliun.

Hasil itu membuat Jateng berada di posisi ketiga terbesar dari realisasi investasi dibandingkan provinsi lainnya, di bawah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Sektor utama mendorong investasi ialah energi dan infrastruktur.

Menurut Ratna, kedua sektor itu masih akan menopang realisasi investasi Jateng hingga 2021, karena sifat bisnisnya yang membutuhkan jangka waktu panjang. Sampai akhir 2019, diharapkan realisasi investasi dapat mencapai Rp56 triliun, sesuai target yang dicanangkan Gubernur Ganjar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis