PTPN IX Buka Kafe Banaran di Tol Trans Jawa

Direktur utama PTPN IX Iryanto Hutagaol menggunting pita saat membuka Cafe Banaran 9 Resto, Coffee and Tea di rest area Km 360 Batang jalan tol Trans Jawa. (Bisnis/Alif Nazzala Rizqi)
07 Juli 2019 14:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX mengokohkan produk hilir perkebunan seperti kopi dan teh. Caranya antara lain memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk membuka Cafe Banaran 9 Resto, Coffee and Tea di rest area jalan tol Trans Jawa Km 360 Batang, Jawa Tengah.

Direktur utama PTPN IX Iryanto Hutagaol mengatakan hilirisasi produk sangat penting dilakukan. Pasalnya, PTPN IX menargetkan 20% pendapatan dari sektor lain selain bisnis utama mereka, yakni karet, gula, kopi dan teh.

Sedangkan, untuk pendapatan, lanjut Iryanto, PTPN IX menghasilkan omzet rata-rata mencapai Rp1 triliun per tahunnya. "Kami melihat potensi pariwisata dan kuliner di Jawa Tengah cukup menjanjikan. Untuk itu, kami mencoba masuk dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki," kata Iryanto saat membuka Cafe Banaran 9 Resto, Coffee and Tea di rest area Km 360, Batang, Jumat (5/7/2019).

Dia menambahkan, di bawah manajemen Kampoeng Kopi Banaran, Cafe Banaran 9 Resto, Coffee and Tea ini adalah gerai ke-5 (lima) yang dibuka, dan secara korporasi, gerai ini adalah Banaran 9 Resto, Coffee and Tea ke-10 yang dibuka. "Dengan dibukanya gerai kelima ini, Direksi berharap Kampoeng Kopi Banaran mampu memenuhi target pendapatan tahun 2019 sebesar Rp38 miliar," katanya.

Sementara itu, lanjut Iryanto ditengah kinerja perusahaan yang belum menunjukkan neraca positif, maka kantong-kantong pendapatan lain di luar komoditas utama perusahaan, harus mendapatkan perhatian lebih. "Sebagai contoh Wisata Agro, dengan Kampoeng Kopi Banaran sebagai penyumbang terbesar pendapatan, pada tahun 2018 kemarin telah menyumbang 5% pendapatan untuk PTPN IX," tambahnya.

Kendati demikian, meskipun hanya 5%, namun laba yang didapat dari wisata agro Kampoeng Kopi Banaran cukup positif, bila dibandingkan dengan kinerja komoditas utama perusahaan. "Selain itu, kami melihat potensi pengembangan minyak atsiri di PTPN IX cukup tinggi, karena memang demand ekspor dari minyak atsiri ini masih cukup besar. Kedua hal ini adalah peluang yang saat ini ditangkap oleh PTPN IX, dan Direksi mendukung sepenuhnya," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis