Kalap 3 Hari, Remaja Ditemukan Tewas di Kemiren Cilacap

Tim SAR gabungan mengangkat jenazah Isha Alfian, 16, dari kapal ke Dermaga Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (6/7 - 2019). (Antara/Basarnas)
07 Juli 2019 10:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, CILACAP — Isha Alfian, 16, remaja yang kalap (hilang diduga tenggelam) selama tiga hari sejak, Kamis (3/7/2019) pukul 16.00 WIB, di Pantai Kemiren, Kelurahan Tegalkamulyan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

"Jasad korban atas mana Isha Alfian, 16, pertama kali ditemukan Tim SAR Tegalkamulyan yang sedang menyisir dengan perahu katir sekitar pukul 13.00 WIB. Saat ditemukan, posisi korban terapung di laut," kata kata Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap, Mulwahyono, Sabtu (6/7/2019).

Setelah berkoordinasi dengan potensi SAR lainnya, termasuk Basarnas, kata dia, jasad korban selanjutnya dievakuasi ke Dermaga Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap sebelum dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap untuk menjalani visum.

Dengan ditemukannya jenazah Isha Alfian, kata dia, operasi SAR untuk mencari korban tenggelam di Pantai Kemiren dinyatakan berakhir dan seluruh potensi SAR yang terlibat telah kembali ke pangkalan masing-masing.

Diwartakan sebelumnya, Isha Alifan bin Zakaria yang masih berusia 16 tahun dilaporkan hilang akibat tenggelam di Pantai Kemiren, Kelurahan Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, Cilacap, Jateng. Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban bersama seorang rekannya, Akmal, 14, bermain sambil mandi di Pantai Kemiren.

Tiba-tiba, datang gelombang tinggi yang langsung menyeret tubuh mereka. Akibat kejadian tersebut, Isha Alfian hilang terseret gelombang sedangkan Akmal dapat menyelamatkan diri.

Basarnas Pos SAR Cilacap yang menerima informasi kejadian tersebut segera memberangkatkan tujuh personel Basarnas menuju lokasi kejadian untuk bergabung dengan potensi SAR lainnya guna menggelar operasi SAR. Selain Basarnas Pos SAR Cilacap, operasi SAR tersebut melibatkan personel BPBD Kabupaten Cilacap, TNI/Polri, SAR Kemiren/Tegalkamulyan, dan potensi SAR lainnya.

Salah seorang personel BPBD Kabupaten Cilacap, Basuki Wibowo, mengatakan berdasarkan informasi dari keluarga korban, Isha Alfian baru tiba di Cilacap sekitar empat hari sebelum peristiwa nahas itu terjadi dengan tujuan berlibur di rumah saudaranya, warga Jl. Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kebon Manis Kecamatan, Cilacap Utara, Cilacap. Akan tetapi sejak tiba di Cilacap, kata dia, korban yang selama ini tinggal di Ambon bersama kedua orang tuanya justru menginap di rumah teman-temannya.

Oleh karena itu, lanjut dia, saudara korban berusaha mencarinya ketika mengetahui Isha Alfian sedang berlibur di Cilacap. "Korban beserta kedua orang tuanya sebelumnya memang tinggal di Cilacap, namun sejak satu tahun lalu mereka pindah ke Ambon. Dia datang ke Cilacap untuk berlibur di rumah saudaranya. Namun sejak tiba di Cilacap, dia tidak langsung ke rumah saudaranya melainkan menginap di rumah temannya hingga akhirnya terjadi peristiwa nahas ini," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara