Begini Cara Prodi Teknik Elektro Unika Jaga Komunikasi Mahasiswa Beda Angkatan

Suasana sarasehan Prodi Teknik Elektro Unika Soegijapranata Semarang di Du Cafe, Jumat (5/7 - 2019). (Semarangpos.com/Humas Unika Soegijapranata)
08 Juli 2019 05:30 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Program Studi (Prodi) Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata mengumpulkan para alumninya dalam sebuah acara sarasehan bertajuk Guyub Rukun Kini dan Nanti di Du Café Tembalang, Kota Semarang, Jumat (5/7/2019).

Acara yang juga dihadiri 112 mahasiswa itu digelar dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-26 Prodi Teknik Elektro. Acara dibuka dengan pemaparan Ketua Prodi Teknik Elektro, Dr. Leonardus Heru Pratomo. Heru menjelaskan tentang standar minimal poin, 125 poin untuk mendapatkan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).

“Inti dari SKPI adalah kegiatan ekstrakulikuler atau non-akademik bagi calon wisudawan yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian tugas,” ujar Leonardus dalam keterangan resmi.

Dalam kesempatan itu turut hadir enam alumni dari berbagai angkatan. Mereka berbagi pengalamannya setelah lulus dari Teknik Elektro Unika Soegijapranata dan juga tantangan menghadapi dunia kerja.

Vincent, salah satu alumnus, yang saat ini mengelola Du Café mengaku tidak mudah dalam menyelesaikan Tugas Akhir. Meskipun setelah lulus diterima di sebuah perusahaan batu bara di Jakarta, namun ia lebih tertarik menjadi wirausaha.

Selain Vincent, ada juga Nicolas yang menceritakan pengalamannya bekerja di PT. Djarum. Ia mengaku saat aktif sebagai mahasiswa pernah memberikan sederet prestasi.

“Saya adalah salah satu mahasiswa yang pertama di Unika, yang menjuarai lomba robot tingkat nasional,” tuturnya.

Suasana akrab yang dibangun di Prodi Teknik Elektro sudah sejak lama berlangsung. Kekuatan komunikasi antarangkatan, mahasiswa dan alumni menjebatani beberapa persoalan yang muncul saat proses perkuliahan di kampus.

Hal itu diakui para alumni, oleh sebab itu mengenal mahasiswa beda angkatan hukumnya adalah wajib. Selain itu Teknik Elektro Unika Soegijapranata saat ini telah memiliki seorang guru besar, yakni Prof. Dr. Ir. Slamet Riyadi, MT.

Prof Slamet dalam kesempatan tersebut juga menyinggung tentang gelar insinyur, yaitu seorang engineer yang bertugas merekayasa  di bidang teknik. Untuk menjadi seorang engineer tidaklah mudah, harus melalui proses pembelajaran di bangku kuliah juga di laboratorium.

“Mengapa proses itu terasa berat? Karena dunia industri menuntut lulusan teknik elektro dapat menjawab tantangan yang berlandaskan kejujuran dan bertanggungjawab terhadap keahliannya,” terang Slamet.

Teknik Elektro Unika Soegijapranata pada tahun 2019 ini berhasil meloloskan  proposal progam kreativitas mahasiswa, diharapkan dengan prestasi ini menambah semangat buat semua mahasiswa yang hadir sekaligus sebagai ajang kompetisi di bidang teknik elektro.