4.259 Keluarga Terdampak Kekeringan di Banyumas

Ilustrasi antrean air bersih di wilayah kekeringan di Jateng. (Antara/Heru Suyitno)
08 Juli 2019 20:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, BANYUMAS - Sebanyak 4.259 keluarga di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) mengalami krisis air bersih akibat kekeringan yang melanda sepanjang musim kemarau.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas menyatakan kekeringan di wilayah tersebut terus meluas dari sebelumnya 12 desa menjadi 14 desa.

"Menurut data terkini sudah ada 14 desa dari 9 kecamatan yang terdampak kekeringan dan mengalami krisis air bersih," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas, Ariono Poerwanto, Senin (8/7/2019).

Dia menambahkan ada 4.259 keluarga atau sekitar 15.040 jiwa yang terdampak kekeringan dan krisis air bersih di 14 desa. Desa yang mengalami kekeringan itu, yakni Desa Karanganyar, Kecamatan Patikraja, Desa Nusadadi dan Karanggendang di Kecamatan Sumpiuh, Desa Kediri dan Tamansari, Kecamatan Karanglewas.

Selain itu, Desa Banjarparakan dan Tipar Kecamatan Rawalo, Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor, Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Desa Karangtalun Kidul dan Desa Kalitapen, Kecamatan Purwojati, Desa Jatisaba dan Desa Panusupan, Kecamatan Cilongok, dan Desa Buniayu Kecamatan Tambak.

Dia mengatakan pihaknya terus melakukan distribusi air bersih secara berkala guna membantu masyarakat yang membutuhkan.

Kami sudah mendistribusikan sebanyak 61 tangki air setara dengan 305.000 liter air ke desa-desa tersebut guna membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih," katanya.

Ariono mengatakan pihaknya menyiagakan sekitar 1.000 tanki air bersih guna mengantisipasi semakin meluasnya krisis air bersih di wilayah setempat.

Berdasarkan data BPBD Banyumas, pada 2018 ada sejumlah kecamatan yang mengalami kekeringan di Banyumas.
Sejumlah kecamatan itu antara lain Sumpiuh, Banyumas, Somagede, Kalibagor, Cilongok, Purwojati, Kebasen, dan Karanglewas.