Perang Dagang AS-Tiongkok Untungkan Jateng, Ini Penjelasannya...

ilustrasi investasi. (Solopos/Dok)
09 Juli 2019 00:50 WIB Hafiyyan Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok diklaim memberikan keuntungan bagi investasi Jawa Tengah (Jateng).

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Ratna Kawuri, kepada Jaringan Infromasi Bisnis Indonesia (JIBI), Jumat (5/7/2019).

Ratna mengatakan perang dagang membuat membuat barang-barang dari Negeri Tirai Bambu yang akan masuk ke Amerika Serikat menjadi terhambat. Oleh karena itu, agar kinerja ekspornya tidak terganggu,  Tiongkok pun bersiasat dengan menggelontorkan investasinya ke Indonesia, salah satunya Jateng.

Hal ini menyebabkan Jateng tidak lagi hanya berkompetisi dengan Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Timur (Jatim), tetapi juga Vietnam. “Kompetisi kita kini sudah sampai dengan Vietnam, bagaimana caranya menarik investor masuk. Tantangannya ialah menjaga iklim investasi agar kondusif,” tuturnya.

Faktor lain yang mendorong arus investasi di Jateng ialah tren relokasi atau pengembangan pabrik besar yang berlangsung sejak 2015 masih terjadi. Jadi, pabrik skala kakap di wilayah Barat, seperti Banten, Bekasi, dan Karawang, memilih meluaskan usahanya di Jateng.

“Pertimbangan pemindahan atau perluasan usaha ke Jateng ialah nilai upah tenaga kerja yang kompetitif dan ketersediaan lahan yang besar,” ujarnya.

Secara garis besar, sambung Ratna, iklim investasi di Jateng terbilang baik. Pada kuartal I/2019, realisasi investasi Jateng mencapai Rp21,42 triliun, dengan perincian Penanaman Modal Asing Rp11,65 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp9,76 triliun.

Hasil itu membuat Jateng berada di posisi ketiga terbesar dari realisasi investasi dibandingkan provinsi lainnya, di bawah DKI Jakarta dan Jabar. Sampai akhir 2019, diharapkan realisasi investasi dapat mencapai Rp56 triliun, sesuai target yang dicanangkan Gubernur Ganjar Pranowo.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis.com