Duh, Limbah Kimia Dibuang di Sungai Semarang

Ilustrasi limbah. (Solopos/Iskandar)
09 Juli 2019 06:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG - Budaya membuang sampah sembarangan yang dapat mencemari lingkungan hidup masih saja terjadi di kota besar, tak terkecuali di Kota Semarang. Bahkan, baru-baru ini aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang menemukan adanya limbah kimia yang dibuang di bantaran sungai, tepatnya di Kali Simongan, Senin (8/7/2019).

Limbah kimia yang berbentuk cetakan drum tersebut diduga merupakan residu limbah sawit yang berasal dari Kalimantan. Limbah padat itu ditemukan petugas Satpol PP tepat di belakang Kantor Kelurahan Ngemplak, Semarang.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, mengatakan temuan limbah di kawasan tersebut bermula dari laporan warga yang mengadu ke Wali Kota Semarang. Dari laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti pihak Satpol PP dengan mendatangi lokasi yang dimaksud.

“Masih kami cari dan selidiki siapa yang membuang limbah ini di sini, karena bagaimanapun tempat pembuangannya berdekatan dengan aliran sungai, apalagi di dekat sini ada PDAM yang mengolah air baku untuk konsumsi warga. Ini jelas berbahaya kalau sampai air bakunya tercampur dengan limbah,” kata Fajar, Senin.

Fajar mengatkan instansinya akan segera melakukan pengangkutan semua limbah yang dibuang di bantaran Kali Simongan dan memindahkannya ke tempat pembuangan akhir. 

Rencana proses tersebut akan dilakukan Kamis (11/7/19) mendatang dengan berkordinasi dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum.

Sementara itu, Poniman selaku RT 009/RW 001 Kelurahan Ngemplak mengaku sempat melihat saat pembongkaran drum-drum limbah tersebut di bantaran Kali Simongan. Dirinya mengaku sempat bertanya dan memperingatkan agar pembongkaran tidak dilakukan di tempat tersebut.

“Kira-kira sebulan lalu, pagi hari saat saya mau ke sungai ada truk menurunkan drum. Saat saya tanya bilangnya limbah sawit Kalimantan, nantinya mau diambil kembali dan mau dijual ke Solo. Tapi kemudian yang diambil hanya drumnya saja, isinya dibiarkan disitu,” katanya. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : bisnis.com